Akses Kuliah bagi Anak Hinterland Batam Diperluas

  • 06 Sep 2026 08:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kondisi ekonomi keluarga dinilai tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak di kawasan hinterland Kota Batam untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pemerintah Kota Batam mendorong adanya akses pendidikan yang lebih terbuka bagi pelajar berpotensi dari wilayah tersebut.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan hal itu saat mewakili Wali Kota Batam dalam Pagelaran Teknovasi 2026 di Politeknik Negeri Batam, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Yusfa, pemerintah daerah bersama Politeknik Negeri Batam mulai menjalankan kerja sama pendidikan bagi siswa dari kawasan hinterland pada tahun ini.

Program tersebut menyasar siswa berpotensi dari sejumlah sekolah di Belakang Padang, Galang dan Bulang. Dari delapan SMA yang menjadi sasaran seleksi, sebanyak 28 siswa diterima untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam.

“Kita berharap pemerintah berharap bahwasanya keinginan anak-anak untuk meraih masa depan itu tidak terhalang oleh persoalan-persoalan ekonomi,” ujar Yusfa.

Ia menilai kesempatan memperoleh pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Kota Batam. Terlebih, Batam merupakan daerah yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan industri.

Kerja sama tersebut juga menunjukkan adanya upaya untuk menghubungkan pembangunan pendidikan dengan pemerataan kesempatan. Anak-anak dari wilayah yang berada di luar kawasan utama Pulau Batam tetap perlu mendapatkan peluang yang sama untuk mengembangkan kemampuan.

Yusfa mengapresiasi Politeknik Negeri Batam yang bersedia mendidik anak-anak dari wilayah hinterland. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi vokasi dapat menjadi salah satu jalur untuk menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.

“Karena itu kami juga berterima kasih kepada Politeknik Batam yang telah berkenan untuk mendidik anak-anak Batam,” katanya.

Ia berharap jumlah siswa hinterland yang dapat mengikuti program tersebut dapat bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Penambahan akses dinilai penting agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan lebih luas.

“Dan mudah-mudahan di masa yang akan datang akan lebih banyak lagi porsi yang diberikan untuk anak-anak hinterland,” kata Yusfa.

Dengan perluasan akses tersebut, pembangunan sumber daya manusia di Batam diharapkan tidak hanya berpusat pada kawasan mainland. Pelajar dari wilayah hinterland juga dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi dan ikut mengambil bagian dalam perkembangan Kota Batam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....