Polibatam Dorong Karya Mahasiswa Tak Berhenti di Ruang Pamer

  • 04 Sep 2026 05:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam mendorong hasil pembelajaran mahasiswa tidak berhenti sebagai karya yang dipamerkan dalam kegiatan kampus. Setiap proyek diharapkan memiliki peluang untuk diterapkan sehingga dapat menjawab kebutuhan industri maupun persoalan yang dihadapi masyarakat.

Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan mengatakan hal tersebut dalam Pagelaran Teknovasi 2026 di Kampus Polibatam, Senin, 31 Agustus 2026. Ia menilai pendidikan vokasi membutuhkan hubungan yang lebih kuat antara proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di luar kampus.

Bambang menyebut International Project Based Learning Expo yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan telah memasuki pelaksanaan keenam. Forum tersebut menampilkan berbagai karya yang dihasilkan melalui pembelajaran berbasis proyek.

Menurutnya, sebagian karya yang dihasilkan mahasiswa dan sivitas akademika mulai dimanfaatkan oleh masyarakat maupun di lingkungan kampus. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menghasilkan manfaat yang lebih konkret.

“Pagelaran ini bukan hanya pameran karya, harapannya ini menjadi ruang perjumpaan antara ide, gagasan dan kebutuhan nyata antara proses pembelajaran dan dunia usaha dan dunia industri serta antara kreativitas mahasiswa dan peluang penerapannya di masyarakat,” ujar Bambang.

Ia mengatakan Polibatam memiliki 26 program studi dengan sekitar 14.400 mahasiswa. Program studi tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri yang berkembang di Batam sekaligus pengembangan Kepulauan Riau.

Karena itu, hubungan antara kampus dan industri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan vokasi. Kebutuhan industri dapat menjadi masukan dalam pembelajaran, sementara mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui persoalan yang lebih dekat dengan kondisi lapangan.

Bambang juga melihat rangkaian kegiatan Teknovasi sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai pihak. Selain PBL Expo, terdapat kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan industri, penguatan kesiapan kerja hingga interaksi dengan masyarakat.

“Yang memang yang paling menjadi anchor itu International Project Based Learning Expo. Ini sudah keenam dan sudah melibatkan cukup banyak partisipan gitu ya dan karya-karya yang juga sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat maupun di lingkungan kampus,” katanya.

Menurut Bambang, kegiatan semacam ini tidak diharapkan hanya menjadi agenda tahunan. Setelah kegiatan berakhir, hubungan yang terbentuk antara mahasiswa, perguruan tinggi, industri dan masyarakat diharapkan tetap berlanjut.

Ia menilai keberlanjutan kolaborasi menjadi penting karena kebutuhan industri dan masyarakat terus berubah. Pendidikan vokasi harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan tersebut agar kompetensi mahasiswa tetap relevan.

Dengan pendekatan tersebut, karya mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan bentuk atau kecanggihannya. Pemanfaatan dan manfaat yang dihasilkan menjadi bagian penting dalam melihat keberhasilan proses pembelajaran vokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....