Ketahanan Pangan Kepri Naik ke Peringkat 16 Nasional, Pasokan Lokal Masih Terbatas
- 31 Agt 2026 23:16 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kepulauan Riau mencatat peningkatan dalam indeks ketahanan pangan nasional, tetapi pemerintah daerah masih menghadapi persoalan keterbatasan pasokan pangan lokal. Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Rika Azmi mengatakan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kepri pada 2025/2026 mencapai 71,96. Posisi Kepri juga meningkat dari peringkat ke-34 nasional pada 2022 menjadi peringkat ke-16 dari 38 provinsi.
Namun, Rika mengatakan peningkatan indikator tersebut belum berarti seluruh persoalan ketahanan pangan telah teratasi. Kepri masih menghadapi keterbatasan pasokan pangan lokal dan konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang belum merata.
“Kepri memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan pertanian,” kata Rika dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Senin (31/8/2026).
Tantangan tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kepri. Sekitar 96 persen wilayah provinsi itu merupakan lautan dan hanya empat persen berupa daratan. Kepri memiliki 2.028 pulau, dengan 292 pulau di antaranya berpenghuni.
Rika mengatakan luas lahan pertanian Kepri mencapai 221.708 hektare yang tersebar di enam wilayah. Batam tercatat memiliki 92.269 hektare lahan pertanian, Karimun 35.454 hektare, Natuna 24.405 hektare, Lingga 42.995 hektare, Tanjungpinang 18.197 hektare, dan Anambas 8.388 hektare.
Selain keterbatasan pasokan lokal, pemerintah masih menghadapi rendahnya penggunaan mekanisasi modern. Peningkatan kompetensi tenaga penyuluh pertanian, pengendalian penyakit hewan menular strategis, dan pengawasan keamanan produk asal hewan juga menjadi tantangan.
Di sisi lain, Nilai Tukar Petani (NTP) Kepri berada pada kisaran 102,26 hingga 104,69. Pemerintah melihat indikator tersebut sebagai bagian dari perkembangan sektor pertanian yang tetap perlu diikuti dengan penguatan produksi dan kesejahteraan petani.
Rika mengatakan ketahanan pangan Kepri membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, organisasi petani, dan media. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan produksi sekaligus memperkuat sistem pangan daerah.
Forum “Sembang Tani” juga didorong menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta membahas persoalan pertanian yang muncul di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....