Toilet Jepang, Perpaduan Teknologi Modern dan Budaya Kebersihan

  • 31 Agt 2026 22:45 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Toilet mungkin merupakan bagian paling sederhana dari sebuah bangunan. Namun di Jepang, fasilitas ini berkembang menjadi ruang yang memadukan teknologi, kenyamanan dan kebiasaan menjaga kebersihan. Sejumlah toilet di negara tersebut bahkan dilengkapi berbagai fitur otomatis yang jarang ditemukan pada toilet konvensional.

Secara umum, toilet di Jepang terbagi menjadi dua jenis, yakni toilet jongkok dan toilet duduk. Dilansir dari Wikipedia bahasa Indonesia, toilet jongkok masih dapat ditemukan di sejumlah fasilitas umum. Sementara itu, toilet duduk bergaya Barat semakin banyak digunakan setelah Perang Dunia II.

Di sejumlah toilet umum, pengunjung dapat mengetahui jenis toilet melalui tulisan washiki yang berarti gaya Jepang untuk toilet jongkok atau yōshiki yang merujuk pada gaya Barat untuk toilet duduk. Perbedaan tersebut memudahkan pengguna memilih fasilitas sesuai kebiasaan mereka.

Perkembangan teknologi kemudian mengubah pengalaman menggunakan toilet duduk di Jepang. Salah satu inovasi yang dikenal luas adalah toilet dengan dudukan yang sekaligus memiliki fungsi bidet. Di Jepang, perangkat semacam ini dikenal dengan istilah washlet. Fitur yang tersedia berbeda-beda tergantung model, tetapi beberapa di antaranya menawarkan sistem pembersihan menggunakan air dan pengering udara hangat.

Teknologi pada toilet modern Jepang juga dapat mencakup berbagai fungsi otomatis. Beberapa model dapat membuka tutup ketika mendeteksi seseorang mendekat, melakukan penyiraman secara otomatis, membantu mengurangi bau dan menutup kembali tutup toilet setelah digunakan.

Menurut data yang tercantum dalam Wikipedia, hingga Maret 2010 sekitar 72 persen rumah di Jepang telah menggunakan toilet duduk yang dilengkapi fungsi bidet. Angka tersebut menggambarkan seberapa luas teknologi toilet modern telah masuk ke kehidupan rumah tangga masyarakat Jepang.

Istilah washlet pada awalnya merupakan merek dagang milik perusahaan Jepang Toto. Seiring meluasnya penggunaan teknologi tersebut, istilah itu kemudian menjadi sebutan yang umum digunakan untuk toilet duduk dengan fungsi pembersihan menggunakan air.

Di balik perkembangan teknologi tersebut terdapat faktor budaya yang tidak kalah penting, yakni perhatian terhadap kebersihan. Dalam tradisi masyarakat Jepang, ruang toilet yang dianggap sebagai tempat kotor umumnya dipisahkan dari kamar mandi. Pemisahan tersebut mencerminkan cara masyarakat mengatur ruang berdasarkan fungsi dan tingkat kebersihannya.

Menariknya, bahasa Jepang juga memperlihatkan kuatnya hubungan antara kebersihan dan sesuatu yang dianggap baik atau indah. Kata kirei dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang bersih, tetapi juga dapat memiliki makna cantik, indah atau bagus, tergantung konteks penggunaannya.

Perpaduan antara teknologi dan budaya tersebut membuat toilet Jepang menjadi salah satu contoh bagaimana fasilitas sehari-hari dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Bagi sebagian orang, toilet mungkin hanya dianggap sebagai fasilitas dasar, tetapi di Jepang, perangkat tersebut juga menjadi bagian dari inovasi teknologi sekaligus mencerminkan perhatian terhadap kebersihan dan kenyamanan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....