Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, Tekanan Air Batam Baru 9 Bar
- 31 Agt 2026 08:36 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perbaikan pipa air minum berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, Batam, telah rampung. Namun, distribusi air ke sejumlah wilayah terdampak masih dalam tahap pemulihan karena tekanan jaringan belum kembali ke kondisi normal.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan BP Batam bersama jajaran teknis dan PT Air Batam Hilir terus memantau proses pemulihan setelah pekerjaan perbaikan selesai pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.
Ia meminta proses pemulihan tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi memastikan air benar-benar kembali diterima masyarakat.
“Kami memahami bagaimana rasanya ketika air belum mengalir, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Li Claudia.
Berdasarkan kondisi terakhir, sejumlah wilayah seperti Batu Aji, Tembesi dan Marina mulai kembali menerima aliran air. Sementara kawasan Sagulung dan Sei Lekop masih dalam proses pemulihan.
Li Claudia mengatakan kondisi tersebut terus dipantau karena kebutuhan masyarakat terhadap air merupakan kebutuhan mendasar.
“Jangan hanya memastikan pipa selesai diperbaiki, tetapi pastikan air benar-benar sampai kepada masyarakat yang masih terdampak,” katanya.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan pemulihan distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan respons jaringan.
Saat ini, pengoperasian IPA Duriangkang 3 dan 4 menghasilkan debit sekitar 600 liter per detik dengan tekanan 9 bar. Kondisi normal ditargetkan mencapai debit 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar.
“Setelah pekerjaan selesai, kita tidak bisa langsung menaikkan debit dan tekanan ke kondisi maksimal tanpa melihat respons jaringan,” kata Denny.
Ia mengatakan peningkatan debit akan dilakukan secara bertahap menuju 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar.
“Tim teknis akan melakukan peningkatan debit secara bertahap menuju 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar, tetap dengan mempertimbangkan keamanan dan kestabilan jaringan,” ujarnya.
Menurut Denny, distribusi air tidak dapat kembali normal secara bersamaan di seluruh wilayah karena karakteristik jaringan. Kawasan yang lebih dekat dengan sumber aliran dan memiliki elevasi lebih rendah akan menerima air lebih dahulu.
Sementara wilayah dengan elevasi lebih tinggi dan berada di ujung jaringan membutuhkan waktu lebih lama hingga tekanan air mencukupi.
Sebelumnya, pekerjaan relokasi pipa di depan Kawasan Batamindo dimulai pada Rabu (26/8). Proses pengerjaan mengalami kendala pada penyambungan dan pengelasan pipa.
Saat uji coba pengaliran pada Jumat (28/8), tim teknis juga menemukan kebocoran sehingga dilakukan perbaikan dan pengujian lanjutan.
Seluruh pekerjaan kemudian dinyatakan selesai pada Sabtu (29/8) pukul 14.45 WIB.
BP Batam bersama PT Air Batam Hilir kini memusatkan perhatian pada pemulihan tekanan dan distribusi hingga seluruh wilayah terdampak kembali mendapatkan layanan air secara normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....