BP Batam Sebut, Investasi Semester I 2026 Capai Rp29,89 Triliun

  • 31 Agt 2026 20:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Realisasi investasi di Batam sepanjang semester pertama 2026 mencapai Rp29,89 triliun berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Nilai tersebut setara sekitar 42,7 persen dari target investasi Batam tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.

Sementara berdasarkan metode bottom-up, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target tahunan.

Perbedaan angka tersebut berasal dari metode penghitungan yang digunakan. BP Batam menggunakan data LKPM sebagai salah satu indikator realisasi investasi, sementara metode bottom-up menghitung investasi berdasarkan pendekatan yang digunakan BP Batam dalam memetakan kegiatan investasi di kawasan.

Dari sisi asal modal, Singapura menjadi investor terbesar di Batam pada triwulan II 2026. Investasi selanjutnya berasal dari Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong dan Malaysia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan investasi harus diikuti dengan perbaikan kualitas pelayanan dan kepastian bagi pelaku usaha.

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin 31 Agustus 2026.

Menurut Amsakar, transformasi layanan investasi juga diperkuat dengan kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Selain pelayanan, BP Batam juga mendorong pengembangan ekosistem industri di Batam, mulai dari manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif hingga industri ringan nonkimia.

Amsakar mengatakan peningkatan investasi tidak cukup hanya dilihat dari nilai modal yang masuk. Investasi diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia mengatakan investasi yang masuk diharapkan dapat memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan nilai tambah bagi Batam.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keberlanjutan investasi juga membutuhkan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha dan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Li Claudia.

BP Batam berharap perbaikan pelayanan dan pengembangan kawasan dapat menjaga momentum investasi sepanjang 2026 sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan yang kompetitif di kawasan regional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....