Karimun Taja Tari 2026, Budaya Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

  • 31 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Karimun - Lautan masyarakat memadati Panggung Putri Kemuning, Coastal Area Karimun, saat malam puncak Karimun Taja Tari 2026 berlangsung meriah pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Festival yang digelar Dinas Pariwisata Karimun itu menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya Melayu sekaligus mempertemukan masyarakat dan pelaku seni dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan budaya memiliki posisi penting dalam arah pembangunan daerah. Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, tetapi menjadi bagian dari fondasi pembangunan Kabupaten Karimun.

“Visi kita adalah mewujudkan Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya. Jadi, budaya bukan hanya sekadar warisan masa lalu yang disimpan, melainkan fondasi dan energi bagaimana kita membangun Kabupaten Karimun yang kita cintai ini,” ujar Iskandarsyah.

Memasuki tahun kedua, Karimun Taja Tari menjadi ruang perjumpaan budaya serumpun yang melibatkan pemerintah daerah, Sanggar Baswara, Lembaga Adat Melayu, tokoh masyarakat, serta peserta dari sejumlah daerah. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Kamis, 27 Agustus 2026, juga menunjukkan seni dapat menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat lintas wilayah dan negara.

Kemeriahan malam puncak ditutup dengan penampilan Al Hafiz yang menghidupkan suasana pesisir. Masyarakat, tokoh daerah, dan tamu dari negeri jiran turut bernyanyi dan berjoget bersama, menegaskan budaya dan seni tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Karimun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....