BKKBN Kepri Perkuat Pengelolaan Alokon hingga Fasilitas Kesehatan

  • 28 Agt 2026 00:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau bersama lintas sektor memperkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi (Alokon) untuk memastikan ketersediaan kontrasepsi sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas, aman, dan berkesinambungan serta mencegah risiko unmet need.

Penguatan tersebut mengemuka dalam Kegiatan Penggerakan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Tingkat Provinsi Tahun 2026 di ruang rapat utama Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Sekupang, Batam, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan BPOM di Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta OPD KB kabupaten/kota.

Pelaksana harian, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Vivi Mardia, mengatakan pencatatan dan pelaporan ketersediaan Alokon menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan.

“Hingga Juli 2026, sebanyak 203 dari 306 fasilitas kesehatan atau 66,33 persen telah melakukan Stock Opname (SO) dan pelaporan melalui Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA). Capaian ini menjadi pijakan untuk terus memperluas penerapan dan meningkatkan konsistensi pelaporan di seluruh fasilitas kesehatan,” ujar Vivi.

Sebagai tindak lanjut, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau akan melakukan pendampingan penggunaan SIRIKA serta monitoring dan evaluasi pengelolaan Alokon di kabupaten/kota. Upaya tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan Alokon secara terpadu, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga pemanfaatannya di fasilitas pelayanan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....