Ullambana Perayaan Festival Hantu
- 27 Agt 2026 08:24 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Festival Hantu, merupakan perayaan dalam tradisi Buddha yang diperingati setiap tahun pada hari ke-15 bulan ketujuh dalam kalender lunar, tahun ini jatuh pada 27 Agustus 2026. Hari ini didedikasikan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dunia serta menunjukkan kasih sayang kepada mereka yang diyakini mengalami penderitaan di alam rendah.
Melansir laman National Today, Ullambana memiliki beberapa cerita mengenai asal-usulnya. Berdasarkan wilayah tempat perayaan ini dilaksanakan, masyarakat mewariskan kisah yang berbeda-beda mengenai sejarahnya.
Kata "Ullambana" sendiri kemungkinan berasal dari bahasa Sanskerta dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin menjadi "Ullambana". Di India, istilah yang mungkin lebih sering dijumpai adalah "Yulanpen Sutra", yang memiliki kemiripan dengan istilah Ullambana dalam tradisi Tionghoa.
Kisah di balik peringatan ini cukup menarik. Salah satu cerita mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Sariputta yang berusaha menyelamatkan ibunya yang terjebak dalam siklus kehidupan.
Menurut legenda, ibu Sariputta, Petavatthu, terjebak dalam kehidupan kelima sebagai hantu dan tidak dapat kembali terlahir sebagai manusia. Untuk membantu ibunya, Sariputta membangun gubuk-gubuk dan mengisinya dengan makanan agar dapat disantap oleh orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk pengorbanannya. Para dewa menerima pengorbanan tersebut dan akhirnya membebaskan ibunya.
Meskipun kisah tersebut disebut sebagai versi Hindu, terdapat cerita serupa dalam literatur Tiongkok dan Jepang dengan sedikit perbedaan, terutama dalam hal nama tokoh dan tempat asal cerita. Namun, secara umum, inti kisahnya tetap sama. Tradisi perayaan Ullambana juga membawa semangat yang sama, yakni membantu masyarakat miskin dengan memberikan makanan serta menghiasi jalan dan rumah menggunakan lampu dan lentera untuk menuntun roh-roh yang tersesat agar dapat menemukan jalan pulang.
Sebagian orang menganggap Ullambana sebagai versi Timur dari Día de los Muertos atau Hari Orang Mati di Meksiko. Meskipun keduanya tampak memiliki kemiripan, kedua perayaan tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Dalam ajaran Buddha terdapat konsep mengenai siklus kehidupan dan kelahiran kembali, sedangkan masyarakat Meksiko mayoritas beragama Kristen dengan keyakinan yang berbeda.
Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Ullambana dan bagaimana perayaan ini dilaksanakan, China atau Jepang dapat menjadi tujuan untuk menyaksikan tradisi tersebut secara langsung. Hingga kini, Ullambana masih diperingati di sejumlah kota di kedua negara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....