Ustad Wijayanto Ingatkan Makna Keberkahan Tidak Lepas dari Ketaatan kepada Allah

  • 26 Agt 2026 09:43 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ustad Wijayanto mengingatkan masyarakat bahwa keberkahan dalam kehidupan tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau penghasilan yang diperoleh.

Pesan tersebut disampaikan dalam tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Batam, Senin, 24 Agustus 2026. Ia mengajak masyarakat memahami kembali makna keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Wijayanto, keberkahan berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT. Karena itu, kehidupan yang baik tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah materi yang dimiliki.

Ia menjelaskan bahwa keberkahan tidak dapat dilepaskan dari ketaatan kepada Allah, termasuk menjaga kewajiban salat lima waktu.

“Berkah ini sifatnya ilahiyah. Jadi kita tidak bisa mengambil berkah dari siapa pun kecuali atas rahmat berkah dari Allah,” kata Wijayanto.

Menurutnya, salat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga hubungan manusia dengan Allah. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan salat dalam kondisi apa pun.

Wijayanto kemudian menjelaskan bahwa keberkahan juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan seseorang. Menurutnya, penghasilan besar tidak otomatis membuat kehidupan seseorang lebih baik jika tidak membawa ketenangan dan kebaikan bagi keluarga.

Ia mencontohkan bahwa seseorang dapat memiliki penghasilan tinggi, tetapi tetap menghadapi persoalan dalam keluarga maupun kehidupan sosial. Karena itu, menurutnya, yang perlu dicari bukan sekadar jumlah rezeki, melainkan keberkahannya.

“Rezeki yang diminta bukan banyaknya, tapi berkahnya,” ujar Wijayanto.

Wijayanto juga mengingatkan bahwa menjaga salat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberkahan kehidupan. Ia mengajak jamaah memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah yang konsisten.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan keteladanan Rasulullah SAW. Menurutnya, kehidupan Nabi dapat menjadi contoh bagaimana seorang muslim membangun hubungan dengan Allah sekaligus menjaga hubungan dengan sesama.

Ia berharap peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan mendengarkan tausiah, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, mulai dari ibadah, keluarga, hingga hubungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....