Peringatan Revolusi Raja dan Rakyat Maroko
- 20 Agt 2026 08:38 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Di Negara Maroko, tanggal 20 Agustus menandai hari Peringatan Revolusi Raja dan Rakyat. Peringatan ini berkaitan dengan perjuangan Maroko untuk memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Prancis.
Momen tersebut juga menyoroti hubungan antara Raja Mohammed V dan rakyat Maroko yang begitu solid dalam perjuangan mendapatkan kembali kedaulatan negara.
| Baca juga: Hari Nasional Komoro |
Dalam catatan sejarah, perjalanan Maroko menuju kemerdekaan berlangsung cukup panjang. Pada 1912, negara di Afrika Utara tersebut menandatangani perjanjian dengan Prancis dan Spanyol yang kemudian menempatkan Maroko di bawah sistem protektorat. Dalam perkembangannya, kekuasaan kolonial membuat kedaulatan dan identitas Maroko semakin tertekan.
Sepanjang 44 tahun berada di bawah pemerintahan kolonial, berbagai bentuk perlawanan dari rakyat Maroko mulai muncul. Penindasan yang terjadi menyalakan api perjuangan dan memperkuat nasionalisme masyarakat Maroko.
Perlawanan kemudian berkembang di berbagai wilayah, termasuk Fez, dan mendapat respons keras dari pemerintahan kolonial Prancis. Di tengah situasi tersebut, Raja Mohammed V muncul sebagai simbol harapan bagi rakyat Maroko.
Secara terbuka, Raja Mohammed V memperjuangkan penghapusan sistem protektorat dan kemerdekaan negaranya. Pengaruhnya yang semakin kuat membuat Prancis beberapa kali berupaya menyingkirkannya dari kekuasaan.
Pada 20 Agustus 1953, pasukan Prancis menggulingkan Mohammed V dari tahtanya yang akhirnya memicu kemarahan rakyat Maroko. Ribuan warga turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan kepada sang raja, disertai aksi pemogokan, protes, dan demonstrasi.
Perlawanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjuangan Maroko. Hingga akhirnya, Maroko berhasil meraih kemerdekaan dan Mohammed V kembali sebagai penguasa yang sah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....