Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Dampak Teknologi

  • 14 Agt 2026 09:32 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi dinilai membawa tantangan baru bagi karakter generasi muda. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan atau PKSS berkolaborasi dengan RRI Batam di Politeknik Negeri Batam, Kamis, 13 Agustus 2026.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat pengaruh negatif yang perlu diantisipasi bersama.

"Seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat ada di dalamnya seperti maraknya penyalahgunaan bullying, perkelahian antar pelajar, dan berbagai kasus kriminalitas lainnya," ujar Nyanyang.

Menurut Nyanyang, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Pemahaman yang kuat dinilai dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang muncul dari perkembangan teknologi dan informasi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Perbedaan tersebut dinilai bukan sebagai pemisah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Melalui dialog ini saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat semakin memperkuat komitmen kebangsaan, menumbuhkan sikap modernisasi beragama serta bersama-sama menangkal berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan penyebaran informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa," kata Nyanyang.

Nyanyang menilai penguatan wawasan kebangsaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Komitmen bersama diperlukan untuk menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh yang dapat mengganggu karakter sekaligus persatuan bangsa.

Dalam konteks Kepulauan Riau, kehidupan masyarakat yang majemuk membuat nilai toleransi dan persatuan menjadi semakin penting. Masyarakat diharapkan mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.

Nyanyang juga mengingatkan pentingnya terus menanamkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Penguatan nilai tersebut diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh dan tetap memiliki identitas nasional dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....