Tema Hari Pramuka Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan

  • 14 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Setiap tanggal 14 Agustus di peringati sebagai Hari Pramuka. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang sejarah berdirinya organisasi kepanduan sekaligus perannya dalam membentuk karakter generasi muda.

Tahun ini, Hari Pramuka memasuki peringatan ke 65 tahun. Dalam rangka perayaannya, Kwartir Nasional telah merilis tema yang diusung tahun ini, yakni "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045".

Tema tersebut menegaskan komitmen Gerakan Pramuka untuk terus memperkuat organisasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Merangkum penjelasan dari laman Kwarnas Gerakan Pramuka, gerakan kepanduan di Indonesia telah ada sejak masa Hindia Belanda. Cikal bakalnya dimulai pada 1912 melalui latihan sekelompok pandu di Batavia (sekarang Jakarta), yang kemudian menjadi cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO).

Dua tahun kemudian, cabang tersebut disahkan menjadi organisasi mandiri bernama Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV). Perkembangan kepanduan terus berlanjut dengan berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie oleh Mangkunegara VII pada 1916 yang beranggotakan pandu bumiputera.

Setelah itu, bermunculan berbagai organisasi kepanduan berbasis agama, kebangsaan, dan daerah yang semakin memperluas gerakan kepanduan di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia pada 27-29 Desember 1945 menetapkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepanduan nasional.

Namun, agresi militer Belanda pada 1948 menyebabkan organisasi tersebut dilarang di sejumlah wilayah sehingga kembali muncul berbagai organisasi kepanduan lainnya. Seiring waktu, jumlah organisasi kepanduan terus bertambah hingga mencapai sekitar 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).

Kondisi tersebut mendorong Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX menggagas penyatuan seluruh organisasi kepanduan ke dalam satu wadah bernama Gerakan Pramuka. Proses pembentukan Gerakan Pramuka dimulai dengan peresmian nama Pramuka pada 9 Maret 1961, disusul penerbitan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 pada 20 Mei dan ikrar peleburan organisasi kepanduan pada 20 Juli 1961.

Gerakan Pramuka kemudian diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat pada 14 Agustus 1961 melalui penyerahan Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional pertama. Sejak saat itu, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka dan diperingati setiap tahun di seluruh Indonesia untuk mengenang lahirnya Gerakan Pramuka sebagai wadah tunggal pendidikan kepanduan di Tanah Air

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....