Perubahan Tren Konsumen, Dasar Pengembangan Program Kuliner Archipelago Hotels

  • 04 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan industri kuliner di luar sektor perhotelan menjadi salah satu pertimbangan Archipelago Hotels dalam menyusun program kuliner tematik di jaringan hotelnya. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers peluncuran Sixty Seconds to Tokyo yang digelar di Aston Nagoya City Hotel, Batam, Jumat, 31 Juli 2026

Meningkatnya jumlah kafe dan restoran independen dinilai turut mengubah pola konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri perhotelan untuk melakukan penyesuaian terhadap produk makanan yang ditawarkan agar tetap mengikuti perkembangan pasar.

Corporate Executive Chef Archipelago Hotels, A.S. Windoe, mengatakan penyusunan program kuliner dilakukan setelah perusahaan melihat perubahan tren tersebut. Menurutnya, konsep yang dikembangkan tidak hanya mengikuti tren makanan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan konsumen yang terus berubah..

Windoe menjelaskan, perusahaan lebih dahulu menghadirkan program bertema Korea Selatan sebelum kemudian mengembangkan konsep bertema Jepang. Pemilihan tema dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya.

"Tokyo itu lebih, peminatnya lebih banyak sebenarnya, tapi pada saat pertama adalah lebih ke kita ikut tren pada saat itu untuk si Seoul tadi pertama. Waktu itu sukses, sekarang adalah Tokyo," ujar Windoe.

Selain menentukan tema, Archipelago Hotels juga melakukan penyesuaian terhadap produk yang akan disajikan. Menurut Windoe, proses tersebut tidak hanya menyangkut pemilihan menu, tetapi juga mempertimbangkan karakter konsumen Indonesia sehingga makanan yang disajikan lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Ia mengatakan setiap menu mengalami penyesuaian mulai dari cita rasa hingga penyajian. Langkah tersebut dilakukan agar konsep makanan Jepang tetap dapat diterapkan tanpa mengabaikan preferensi pasar di Indonesia.

"Jadi intinya adalah kita membuat suatu produk yang menyesuaikan dari marketnya kita. Rasanya udah di-adjust kemudian presentasinya juga udah di-adjust kemudian taste-nya juga sudah di-adjust," kata Windoe.

Windoe menambahkan, pengembangan menu juga diikuti dengan penyusunan standar pengolahan bagi seluruh jaringan hotel Archipelago. Standar tersebut menjadi acuan agar kualitas penyajian tetap terjaga ketika program diterapkan di berbagai daerah.

Menurutnya, evaluasi terhadap tren pasar akan terus menjadi bagian dari proses penyusunan program kuliner tematik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menyesuaikan produk dengan perubahan preferensi konsumen sekaligus menjaga konsistensi konsep yang diterapkan di seluruh jaringan hotel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....