Konsep Menu Sixty Seconds to Tokyo Disesuaikan dengan Selera Konsumen Indonesia

  • 01 Agt 2026 09:27 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Archipelago Hotels memperkenalkan program kuliner bertema Jepang Sixty Seconds to Tokyo dalam konferensi pers yang digelar di Aston Nagoya City Hotel, Batam, Jumat, 31 Juli 2026. Program tersebut merupakan kelanjutan dari seri kuliner tematik yang sebelumnya mengangkat konsep makanan khas Korea Selatan.

Melalui program ini, perusahaan menitikberatkan pada pengembangan menu street food Jepang yang telah melalui proses riset dan pengembangan. Selain mempertahankan karakter kuliner Jepang, sejumlah penyesuaian dilakukan agar cita rasa dan penyajiannya lebih sesuai dengan preferensi konsumen di Indonesia.

Corporate F&B Manager Archipelago Hotels, Denny S. Wasana, mengatakan evaluasi dari pelaksanaan program sebelumnya menjadi dasar lahirnya konsep baru tersebut. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah memperluas lokasi penyajian menu di hotel.

Menurut Denny, perubahan itu dilakukan setelah pihaknya melihat kebiasaan tamu yang ingin menikmati menu promosi di restoran, bukan hanya melalui layanan kamar maupun area kolam renang.

"Dulu waktu kami mau memulai ini di bulan Januari 2026 sebenarnya promosinya hanya untuk berlaku di room service dan pool area. Tapi ternyata banyak dari para klien atau customer atau tamu-tamu hotel yang datang mereka duduk di restoran dan mereka menanyakan boleh nggak kami konsumsi makanan-makanan yang Seoul yang Korean itu di restoran. Akhirnya kami adjust lagi jadi yang Tokyo ini akhirnya bisa dinikmatin di semua venue atau lokasi bukan hanya di room service saja, bukan hanya di pool tapi juga di restoran," ujar Denny.

Sementara itu, Corporate Executive Chef Archipelago Hotels, A.S. Windoe, menjelaskan proses penyusunan menu dilakukan melalui riset selama hampir tiga bulan. Pengembangan tersebut mencakup pemilihan bahan, penyajian hingga penyesuaian cita rasa agar lebih sesuai dengan karakter pasar di Indonesia.

Ia mencontohkan beberapa menu mengalami perubahan dibanding resep aslinya, termasuk penggunaan nasi sebagai pengganti kentang pada salah satu hidangan serta penyesuaian komposisi saus yang dikembangkan oleh tim kuliner Archipelago.

"Menu-menu ini adalah menu-menu yang kita R&D-in selama hampir tiga bulan. Misalkan contoh dari hambagu kita tadinya pakai kentang harusnya originalnya tapi kita ganti menggunakan rice karena orang Indonesia suka dengan nasi. Kemudian saus-sausnya juga kita R&D-in, ada yang dicombine dengan Asian product, tapi pengarahnya ke Japanese," kata Windoe.

Menurut pihak Archipelago Hotels, proses riset dilakukan untuk memastikan pengembangan produk tidak hanya mengikuti konsep kuliner Jepang, tetapi juga mempertimbangkan karakter konsumen di berbagai daerah. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan program kuliner tematik yang diterapkan di jaringan hotel perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....