Aplikasi Pemantau Mangrove Buatan BRIN Digunakan di 27 Negara
- 31 Jul 2026 18:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Aplikasi pemantauan mangrove yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini telah digunakan di 27 negara sebagai instrumen pemantauan ekosistem berbasis data. Seiring meluasnya penggunaan, BRIN mulai mengembangkan MonMang versi 3.0 agar mampu menjawab kebutuhan pengguna di berbagai kawasan dunia.
Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat ekosistem mangrove dunia sehingga membutuhkan sistem pemantauan yang mampu menghasilkan data akurat untuk mendukung pengelolaan dan restorasi mangrove.
"Monitoring mangrove ini sangat membutuhkan evidence-based policy making. Data yang reliable dan akurat sangat kita butuhkan untuk pengelolaan berkelanjutan, restorasi, hingga diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat global," kata Decky dalam Workshop Pengembangan dan Standardisasi Kolaboratif Aplikasi MonMang 3.0 di Jakarta, Kamis, 30 Jui 2026.
MonMang dikembangkan BRIN sejak 2019 sebagai aplikasi berbasis perangkat bergerak yang memungkinkan peneliti maupun masyarakat mengumpulkan, mencatat, dan mengolah data kondisi mangrove secara langsung di lapangan. Pendekatan tersebut juga mendorong partisipasi masyarakat melalui konsep citizen scientist dalam pengumpulan data ilmiah.
Menurut Decky, data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menilai kesehatan ekosistem mangrove sekaligus mengidentifikasi kawasan yang memerlukan upaya restorasi.
Pemanfaatan MonMang kini tidak lagi terbatas di Indonesia. Koordinator Kolaborasi Riset BRIN–Blue Ventures Indonesia, Udhi Eko Hernawan, mengatakan aplikasi tersebut telah dipasang pada lebih dari 1.500 perangkat seluler dan digunakan di 27 negara. Bahkan, peneliti BRIN pernah diundang ke Fiji untuk melatih pengguna aplikasi tersebut.
"MonMang ini sudah dikenal di berbagai negara, bahkan peneliti kita pernah diundang ke Fiji untuk melatih pengguna di sana. Melalui kolaborasi ini, kita ingin aplikasi karya anak bangsa ini juga makin dioptimalkan oleh kementerian dan lembaga di dalam negeri," ujarnya.
Di Indonesia, MonMang telah dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kawasan mangrove seluas 2.523 hektare di Desa Sinaka, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, serta 273 hektare di Sahari, Maluku. Data tersebut digunakan sebagai dasar pengelolaan mangrove dan perikanan berbasis masyarakat.
Perwakilan Blue Ventures Indonesia, Miftahul Khair, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kawasan mangrove yang dipantau berada dalam kondisi sangat baik hingga sedang.
Saat ini, BRIN bersama Blue Ventures Indonesia tengah mengembangkan MonMang 3.0 dengan menambahkan berbagai penyempurnaan, antara lain fitur pemetaan, identifikasi jenis mangrove, pengelolaan data lapangan, serta dukungan multibahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Prancis.
Menurut Udhi, pengembangan dilakukan berdasarkan masukan dari para pengguna agar aplikasi dapat menjawab kebutuhan pengelolaan mangrove di berbagai negara.
Melalui pengembangan tersebut, BRIN berharap MonMang semakin memperkuat posisinya sebagai platform pemantauan mangrove berbasis data sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....