HAS STEM Education Padukan AI, Peluang Pengembangan Kreativitas ABK
- 31 Jul 2026 01:14 WIB
- Batam
RRI,CO,ID, Batam - Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan Artificial Intelligence (AI) dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi anak berkebutuhan khusus. Meski demikian, pemanfaatannya tetap memerlukan pendampingan dari guru maupun terapis.
Dosen ITEBA sekaligus Owner Has Steam Education, Alvendo Wahyu Aranski, mengatakan konsep STEM yang diterapkan di lembaganya memanfaatkan teknologi sebagai salah satu media pembelajaran agar anak lebih mudah memahami materi melalui aktivitas yang menyenangkan.
Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang kemudian diterapkan dalam proses belajar sesuai karakteristik masing-masing anak.
"AI membantu kita menemukan ide. Kemudian ide itu kita padukan dengan pengalaman terapis dalam berkegiatan sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik," ujarnya.
Alvendo menjelaskan, hingga saat ini AI memang belum mampu sepenuhnya menggantikan kreativitas alami anak berkebutuhan khusus. Justru dalam banyak kasus, imajinasi anak sering kali melampaui hasil yang dapat dihasilkan teknologi.
Ia mencontohkan, ketika diminta menggambar suatu objek, anak dapat memiliki cara pandang yang sangat berbeda dibandingkan orang dewasa maupun sistem AI. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang perlu dihargai.
"Kalau kita bilang mereka super kreatif, itu tidak akan terlawan sama teknologi saat ini. Kreativitas anak jauh berbeda dengan kreativitas teknologi yang kita gunakan sekarang," kata Alvendo.
Menurutnya, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkaya media pembelajaran, bukan sebagai pengganti kreativitas anak. Pendampingan guru dan terapis tetap menjadi faktor utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir serta daya imajinasi peserta didik.
Alvendo menilai perkembangan AI masih akan terus berlangsung dan membuka peluang lahirnya berbagai inovasi baru di bidang pendidikan inklusif. Namun, pengembangan tersebut harus tetap berorientasi pada kebutuhan anak agar teknologi benar-benar memberikan manfaat dalam proses pembelajaran.
Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, praktisi terapi, dan pengembang teknologi terus diperkuat sehingga AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas serta potensi anak berkebutuhan khusus tanpa mengurangi peran manusia sebagai pendamping utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....