AI Jadi Sumber Ide Pembelajaran, Bukan Pengganti Kreativitas Guru

  • 31 Jul 2026 10:42 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Artificial Intelligence (AI) dinilai mampu membantu guru dan terapis memperoleh berbagai inspirasi dalam menyusun media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Meski demikian, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kreativitas maupun pengalaman pendidik ketika menghadapi dinamika di dalam kelas.

Dosen ITEBA sekaligus Owner Has Steam Education, Alvendo Wahyu Aranski, mengatakan AI saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu menyusun rencana pembelajaran, membuat jadwal kegiatan, hingga menghasilkan berbagai alternatif media belajar sesuai kebutuhan peserta didik.

Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki respons yang berbeda terhadap aktivitas pembelajaran. Karena itu, guru harus mampu menyesuaikan metode yang digunakan ketika rencana awal tidak berjalan sesuai kondisi di lapangan.

"Kalau di Has Steam sendiri, kami menggunakan Artificial Intelligence untuk membuat jadwal dan mengembangkan ide. Dari AI kemudian kami menyusun rencana pembelajaran, tetapi pelaksanaannya tetap bisa berubah sesuai kondisi anak," ujarnya.

Alvendo menjelaskan bahwa perubahan strategi belajar sering kali harus dilakukan secara spontan. Sebagai contoh, apabila media yang telah disiapkan tidak sesuai dengan kondisi anak, guru dapat segera mencari alternatif lain tanpa mengubah tujuan pembelajaran.

Menurutnya, AI mampu memberikan banyak pilihan kegiatan sehingga guru tidak harus memulai dari awal ketika menghadapi perubahan situasi di kelas. Hal tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel.

"Tema pembelajaran tetap harus berjalan, tetapi alat atau medianya bisa berubah. Dengan AI, guru memiliki banyak ide sehingga tidak kesulitan ketika harus mengganti metode secara tiba-tiba," katanya.

Ia menambahkan bahwa AI hanyalah alat bantu dalam menghasilkan rekomendasi. Keputusan mengenai metode yang paling efektif tetap berada di tangan guru dan terapis yang memahami karakter masing-masing anak.

Alvendo berharap pemanfaatan AI di dunia pendidikan terus berkembang dengan tetap mengutamakan kreativitas pendidik. Menurutnya, perpaduan antara pengalaman guru, kemampuan terapis, dan dukungan teknologi akan menghasilkan proses pembelajaran yang lebih inovatif serta mampu menjawab kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....