AI Memang Cerdas, tapi Psikolog ABK Tak Tergantikan

  • 31 Jul 2026 02:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan berbagai kemudahan dalam mendukung layanan pendidikan dan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski demikian, teknologi tersebut dinilai tidak akan mampu menggantikan peran psikolog maupun dokter dalam menentukan diagnosis dan penanganan anak.

Dosen dan Mahasiswi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan, Nurul Azwanti, menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu yang bekerja berdasarkan data yang dimasukkan ke dalam sistem. Keputusan akhir tetap harus berada di tangan tenaga profesional yang melakukan pemeriksaan secara langsung.

"Kalau itu tidak bisa ya, jangan semua kita tumpukan semua ke AI. Tetap yang namanya AI tadi merupakan alat bantu, dia cuma sekadar alat bantu," ujarnya.

Menurut Nurul, proses identifikasi anak berkebutuhan khusus tidak cukup hanya mengandalkan data digital. Psikolog maupun dokter memiliki kemampuan melakukan observasi langsung terhadap perilaku, komunikasi, dan interaksi anak yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Ia menjelaskan, meskipun AI mampu mengolah berbagai informasi dan memberikan hasil prediksi, sistem tersebut tetap memiliki keterbatasan karena bergantung pada data yang dimasukkan pengguna. Oleh sebab itu, hasil analisis AI harus dipadukan dengan pemeriksaan klinis.

"Berbeda dengan konsultasi langsung dengan psikolog. Psikolog bisa melihat langsung bagaimana kondisi anak. Jadi kita tidak bisa bertumpu pada AI sebagai pengganti dari keputusan itu," kata Nurul.

Nurul menilai penggunaan AI justru akan lebih efektif apabila dimanfaatkan untuk mempercepat proses identifikasi awal sehingga psikolog maupun dokter memperoleh informasi pendukung sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia berharap masyarakat tidak salah memahami perkembangan teknologi AI. Menurutnya, keberadaan AI merupakan bentuk inovasi untuk membantu pekerjaan tenaga kesehatan, bukan mengambil alih peran mereka dalam memberikan diagnosis maupun terapi kepada anak berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....