Hadapi Disrupsi AI, PWI Siapkan Festival Jurnalisme Digital

  • 29 Jul 2026 21:04 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar PWI Fest 2026 pada 4–5 Desember di Jakarta sebagai upaya memperkuat kapasitas insan pers menghadapi perubahan industri media yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan platform digital.

Kegiatan yang sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Lampung itu akan menghadirkan pelatihan jurnalisme digital, diskusi mengenai pemanfaatan AI, hingga festival yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pekerja media sekaligus mempererat hubungan antara pers dan masyarakat.

"Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform-platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kita juga menggelar UMKM Festival. PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meng-upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat," kata Auri dalam keterangan tertulis, Rabu 29 Juli 2026.

Menurut Auri, lokakarya itu akan membahas berbagai isu, mulai dari mobile journalism, verifikasi data berbasis open-source intelligence (OSINT), hingga keamanan digital. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti 250 hingga 500 wartawan, editor, dan kreator konten.

Selain pelatihan, PWI Fest juga akan diramaikan dengan festival UMKM, kompetisi e-sports, dan panggung hiburan rakyat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, serta perusahaan platform digital.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menilai perkembangan AI telah mengubah lanskap industri media sehingga insan pers dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.

"Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital hari ini telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton," ujar Akhmad.

Ia mengatakan PWI Fest menjadi salah satu langkah organisasi untuk meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman etika wartawan dalam menghadapi transformasi digital.

Menurut Akhmad, di tengah perkembangan teknologi, pers juga harus tetap menjaga kedekatannya dengan masyarakat. Karena itu, PWI Fest tidak hanya berisi pelatihan jurnalistik, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi publik melalui festival UMKM dan berbagai kegiatan masyarakat.

PWI menargetkan PWI Fest menjadi agenda tahunan yang akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai daerah di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....