Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam Selenggarakan Bimtek tentang IPLM

  • 21 Jul 2026 09:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca menggelar Bimbingan Teknis Kebijakan, Strategi, dan Tata Cara Pengisian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM. Kegiatan yang berlangsung pada Senin dan Selasa di Aula Engku Hamidah, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam ini diikuti oleh pengelola perpustakaan SD dan SMP se-Kota Batam.

Bimbingan teknis dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Ir. Suhar, S.T., M.PWK. Dalam sambutannya, Suhar berharap kegiatan ini dapat menyamakan persepsi seluruh peserta sehingga pengisian data IPLM menjadi lebih akurat dan berkualitas.

IPLM sendiri merupakan instrumen yang digunakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mengukur tingkat pembangunan literasi masyarakat melalui tujuh indikator, di antaranya pemerataan layanan perpustakaan, kecukupan koleksi, tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan, perpustakaan berstandar nasional, keterlibatan masyarakat, serta jumlah anggota perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Dr. Herman Rozie, S.STP., M.Si., mengatakan kegiatan ini bertujuan menyusun strategi bersama guna meningkatkan nilai IPLM Kota Batam.

“Tujuan kegiatan ini, kita menyamakan persepsi, strategi untuk peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Batam. Karena kan sekarang ini ada metode baru, jadi bukan cara yang lama. Sehingga datanya ini, hasilnya ini lebih real. Jadi kalau nanti kita tidak samakan persepsi, ya nantikan enggak ada yang paham. Jadi ini kita undang dan narasumber kita langsung yang membidangi.” Jelas Herman.

Sementara itu, narasumber dari Perpustakaan Nasional RI, Dr. Irhamni, S.Hum., M.P menegaskan bahwa keberhasilan penilaian sangat bergantung pada data yang valid dan sesuai kondisi lapangan.

“Kami berharap kalau seandainya para pengelola Perpustakaan Sekolah paham terkait dengan apa yang harus mereka isi terkait dengan penilaian IPLM ini. Sehingga mereka paham betul apa yang perlu diisi, dari kegiatan mana sumber datanya yang mereka isi, dan sebagainya. Jadi kami berharap output yang dihasilkan adalah data yang benar-benar mampu divalidasi dan data real apa adanya,” ungkap Irhamni.

Sebelumnya, Kota Batam pernah masuk dalam 10 besar nasional capaian IPLM. Namun, perubahan metode penilaian menyebabkan peringkat tersebut menurun. Melalui bimbingan teknis ini, Pemerintah Kota Batam berharap seluruh perpustakaan sekolah dapat menyajikan data yang akurat sekaligus meningkatkan kualitas layanan literasi, sehingga capaian IPLM Batam kembali meningkat dan budaya gemar membaca di masyarakat semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....