Investasi Kepri Capai Rp23,79 Triliun, Tertinggi di Sumatera
- 19 Jul 2026 21:39 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp23,79 triliun pada triwulan I 2026. Capaian tersebut menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Sumatera sekaligus menempati peringkat ketujuh secara nasional.
Data tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat memaparkan perkembangan ekonomi daerah dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri Batam, Rabu, 8 Juli 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kepulauan Riau.
Ansar mengatakan posisi strategis Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional serta keberadaan kawasan ekonomi khusus dan kawasan perdagangan bebas menjadi daya tarik utama bagi investasi, baik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.
"Realisasi investasi PMA dan PMDN triwulan satu tahun 2026 sebesar Rp23,79 triliun merupakan yang tertinggi se-Sumatera dan peringkat ketujuh secara nasional. Mudah-mudahan dari target Rp70 triliun yang ditetapkan pemerintah pusat di tahun 2026 dapat kita lampaui," kata Ansar Ahmad.
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta Badan Pengusahaan Batam guna mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor strategis.
Selain kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, dan Karimun, Kepri juga memiliki lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bergerak di bidang industri, digital, perawatan pesawat, logistik, hingga pariwisata kesehatan internasional.
Menurut Ansar, pengembangan kawasan industri dan KEK diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi berskala nasional maupun internasional.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis tren positif investasi akan terus berlanjut seiring pembangunan infrastruktur, penyederhanaan perizinan, serta meningkatnya minat investor terhadap sektor industri, digital, logistik, dan jasa di wilayah perbatasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....