Smart Biodigester Bantu Atasi Limbah UKM Tahu Batam
- 13 Jul 2026 07:58 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Putera Batam kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ramah lingkungan. Kali ini, mereka menggelar program bertajuk "Pemberdayaan UKM Tahu melalui Smart Wastewater Treatment Unit Berbasis IoT untuk Pengendalian Pencemaran di Kota Batam" yang berlangsung pada 10 Juli 2026.
Program ini terlaksana berkat dukungan pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan Nomor Kontrak Induk 220/C3/DT.05.00/PM/2026, Nomor Kontrak Turunan 50/LL17/BOPTN PKM/2026, dan Nomor Kontrak UPB 001/PM/UPB/2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ellbert Hutabri selaku ketua tim, bersama dua anggota, Citra Indah Asmarawati dan Nora Pitri Nainggolan, serta dibantu oleh dua mahasiswa, Angel Salindeho dan Agung Prasetyo Ginting. Sasaran program adalah usaha produksi tahu milik Pak Sarno yang berada di kawasan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Lokasi ini dipilih karena kondisi di lapangan menunjukkan limbah cair produksi tahu selama ini dibuang tanpa pengolahan yang memadai, sehingga berisiko mencemari saluran air dan tanah di sekitar permukiman warga. Lewat program ini, tim pengabdian berharap dapat menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya bersahabat dengan lingkungan, tetapi juga bisa terus digunakan oleh pelaku UKM dengan biaya operasional yang ringan.

Usaha tahu rumahan seperti milik Pak Sarno merupakan salah satu penopang ekonomi warga Batam. Selain membuka lapangan kerja, usaha ini juga memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Namun di balik manfaatnya, proses produksi tahu menyisakan limbah cair dalam jumlah besar yang kaya akan bahan organik, seperti protein, karbohidrat, dan lemak dari ampas kedelai. Jika limbah tersebut dibuang begitu saja tanpa diolah, dampaknya bisa berupa bau menyengat, pencemaran sumber air, hingga munculnya potensi penyakit bagi warga sekitar. Berangkat dari persoalan inilah, tim dosen dan mahasiswa Universitas Putera Batam merancang Smart Wastewater Treatment Unit, yakni unit pengolahan limbah cair berskala kecil yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT). Melalui teknologi ini, kualitas air limbah dapat dipantau secara real-time, mulai dari tingkat keasaman (pH), kekeruhan, hingga kadar oksigen terlarut. Data tersebut dapat diakses lewat perangkat berbasis sensor yang tersambung ke sistem monitoring digital, sehingga pemilik usaha tidak perlu lagi melakukan pengujian manual yang menyita waktu dan biaya.

Pelaksanaan program ini melalui beberapa tahapan penting, mulai dari survei lokasi dan identifikasi kebutuhan, perancangan serta pemasangan unit pengolahan limbah, hingga pelatihan dan pendampingan bagi Pak Sarno sebagai mitra UKM. Di tahap awal, Ellbert Hutabri bersama Citra Indah Asmarawati dan Nora Pitri Nainggolan mengukur karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi tahu, termasuk volume harian dan kandungan zat pencemarnya. Hasil pengukuran ini kemudian menjadi acuan dalam merancang unit pengolahan yang sesuai dengan kapasitas produksi UKM tersebut.
Selanjutnya, dibantu dua mahasiswa, Angel Salindeho dan Agung Prasetyo Ginting, tim memasang perangkat Smart Wastewater Treatment Unit yang terdiri atas rangkaian filtrasi, bak sedimentasi, serta sensor IoT yang ditempatkan di titik-titik strategis guna memantau kualitas air sebelum dan sesudah proses pengolahan. Data yang tertangkap sensor lantas terkirim otomatis ke sistem berbasis aplikasi, sehingga Pak Sarno maupun tim pengabdian bisa memantau kondisi limbah kapan saja. Selain memasang alat, tim juga membekali Pak Sarno dan para pekerjanya dengan pelatihan cara mengoperasikan dan merawat unit pengolahan, termasuk langkah sederhana bila terjadi gangguan pada sistem.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Juni 2026 ini berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari Pak Sarno selaku pemilik UKM. Ia mengaku berterima kasih atas kehadiran tim dosen dan mahasiswa Universitas Putera Batam yang telah membantu mengatasi persoalan limbah yang selama ini menjadi kendala usahanya. Menurutnya, kehadiran Smart Wastewater Treatment Unit berbasis IoT ini sangat membantu karena memudahkan pemantauan kualitas limbah tanpa perlu repot mengecek secara manual setiap hari.
Dengan teknologi ini, kualitas air limbah yang dibuang ke lingkungan bisa lebih terkontrol dan memenuhi standar baku mutu yang berlaku, sehingga risiko pencemaran terhadap badan air dan tanah di sekitar lokasi produksi dapat ditekan. Bagi Pak Sarno, kehadiran teknologi ini juga membuka peluang untuk meningkatkan citra usahanya sebagai UKM yang peduli lingkungan, yang pada akhirnya bisa menjadi nilai tambah dalam memasarkan produknya kepada konsumen yang kian sadar akan isu keberlanjutan.
Tim pengabdian Universitas Putera Batam berharap, model intervensi seperti ini dapat menjadi contoh bagi UKM tahu lainnya di Kota Batam maupun daerah lain yang menghadapi persoalan serupa, sehingga tumbuhnya sektor usaha kecil tidak harus dibarengi dengan meningkatnya pencemaran lingkungan. Ke depan, diharapkan pula terjalin kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku UKM dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang mendukung industri rumahan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing. (CIA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....