KUA Durai Salurkan Bantuan untuk 43 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
- 03 Jul 2026 07:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kepedulian masyarakat Kecamatan Durai terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas berhasil diwujudkan melalui penggalangan infak yang hanya berlangsung selama empat hari. Dana yang terkumpul mencapai Rp8.650.000 dan disalurkan dalam bentuk paket sembako serta santunan tunai kepada puluhan penerima manfaat.
Program yang digagas Kantor Urusan Agama (KUA) pada Rabu, 1 Juli 2026 bersama para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Durai itu merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram II dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Sebanyak 43 penerima manfaat terdiri atas anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan yang disalurkan di Kecamatan Durai.
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Durai, Asikin, menjelaskan seluruh dana infak yang terkumpul dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan para penerima bantuan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk penyediaan paket sembako, sedangkan sisanya dibagikan dalam bentuk santunan uang tunai.
Sebanyak 41 paket sembako senilai Rp150 ribu per paket disiapkan dari dana yang terkumpul. Sementara sisa anggaran dibagikan dalam bentuk 36 amplop santunan, ditambah satu amplop khusus senilai Rp73 ribu yang disalurkan kepada penerima di Desa Telaga Tujuh, Tanjung Kilang, dan Semembang.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan bersama pemerintah desa, bantuan diberikan kepada 15 anak yatim dan dua penyandang disabilitas di Desa Telaga Tujuh, sembilan anak yatim dan satu penyandang disabilitas di Desa Tanjung Kilang, sembilan anak yatim di Desa Semembang, serta tujuh anak yatim di Desa Sanglar.
Asikin mengungkapkan, proses penggalangan donasi berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, mulai dari pesan pribadi, grup WhatsApp, hingga penyampaian langsung saat kegiatan majelis taklim.
"Pengumpulan dana ini tergolong singkat hanya sekitar 4 hari dengan mengirim informasi secara pribadi, grup WhatsApp maupun penyuluhan tatap muka di majelis-majlis taklim. Kemudian beliau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur mulai dari Uspika kecamatan, BKMT, majelis taklim, masyarakat yang telah mengikhlaskan sedikit dari rezekinya untuk meringankan beban anak Yatim dan Disabilitas di kecamatan Durai."
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Durai. Mewakili Camat Durai, Rosnah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas pada tahun-tahun berikutnya.
"Saya berharap untuk tahun yang akan datang kegiatan seperti ini harus lebih meriah, lebih besar jumlahnya dan lebih banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak yang ditinggal mati oleh bapak nya maupun orang-orang yang berkebutuhan khusus."
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara KUA, penyuluh agama, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan para donatur dalam memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok rentan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas di Kecamatan Durai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....