Operasi Dilanjutkan, Tetapi Permintaan Bantuan Militer Akhirnya Ditolak (Bagian 3)

  • 30 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Penarikan pasukan tidak menghentikan serangan burung emu terhadap lahan pertanian. Para petani kembali meminta bantuan pemerintah dengan alasan cuaca panas dan kekeringan membuat ribuan burung terus memasuki kawasan pertanian.

Perdana Menteri Australia Barat James Mitchell mendukung permintaan tersebut. Pada saat yang sama, laporan dari komandan pangkalan militer menyebut sekitar 300 burung emu telah dibunuh dalam operasi pertama.

Pada 12 November 1932, Menteri Pertahanan menyetujui dimulainya kembali operasi militer. Meredith kembali memimpin pasukan karena dinilai kekurangan penembak senapan mesin yang berpengalaman.

Operasi kedua dimulai pada 13 November. Dalam dua hari pertama, pasukan dilaporkan menembak sekitar 40 burung emu. Hari ketiga berlangsung kurang berhasil, tetapi pada 2 Desember pasukan disebut mampu membunuh sekitar 100 burung emu setiap pekan.

Meredith ditarik dari lapangan pada 10 Desember. Dalam laporannya, ia mengklaim pasukannya membunuh 986 burung emu menggunakan 9.860 butir peluru, serta memperkirakan 2.500 burung lain kemudian mati akibat luka-luka. Namun, artikel Wikipedia mengutip sejarawan Greg Beyer yang menyebut angka tersebut masih diperdebatkan dan kemungkinan terlalu tinggi.

Meski operasi mendapat banyak kritik, sebuah artikel di Coolgardie Miner pada 1935 menyebut penggunaan senapan mesin terbukti efektif dan membantu menyelamatkan sisa tanaman gandum.

Artikel Wikipedia juga menyebut para petani kembali meminta bantuan militer pada 1934, 1943, dan 1948. Namun, pemerintah menolak permintaan tersebut. Sebagai gantinya, sistem pemberian hadiah bagi setiap burung emu yang dibunuh tetap dilanjutkan. Dalam enam bulan sepanjang 1934, tercatat 57.034 hadiah telah diklaim.

Berita mengenai Perang Emu juga menyebar hingga ke Britania Raya pada akhir 1932. Sejumlah pegiat konservasi memprotes operasi tersebut dan menyebutnya sebagai upaya pemusnahan burung emu.

Dalam tahun-tahun berikutnya, pagar penghalang menjadi salah satu cara yang semakin banyak digunakan untuk mencegah burung emu memasuki kawasan pertanian. Pada 1950, isu serangan burung emu kembali dibahas di parlemen federal Australia, yang kemudian menyetujui pelepasan 500.000 butir amunisi kaliber .303 untuk digunakan para petani.

Peristiwa Emu War kemudian menginspirasi sejumlah karya budaya populer, termasuk film aksi-komedi "The Emu War" yang tayang perdana pada 2023 serta proyek film "The Great Emu War", yang disebut dalam artikel masih dalam tahap pengembangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....