Perang Emu 1932: Saat Militer Australia Dikerahkan Menghadapi Ribuan Burung Emu

  • 30 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Batam

Bagian 1

RRI.CO.ID, Batam - Pada akhir 1932, pemerintah Australia mengerahkan personel militer untuk mengendalikan populasi burung emu di wilayah Wheatbelt, Australia Barat. Operasi yang kemudian dikenal sebagai Emu War atau Great Emu War itu dilakukan setelah para petani mengeluhkan ribuan burung emu yang merusak lahan pertanian mereka.

Meski melibatkan prajurit Royal Australian Artillery yang dipersenjatai senapan mesin Lewis, upaya tersebut tidak berhasil mengurangi populasi emu secara signifikan. Burung-burung itu tetap bertahan dan terus merusak tanaman, sehingga media kemudian menjuluki operasi tersebut sebagai "Perang Emu."

Masalah bermula setelah Perang Dunia I, ketika pemerintah Australia memberikan lahan pertanian kepada banyak veteran perang di Australia Barat. Saat Depresi Besar melanda pada 1929, para petani didorong untuk meningkatkan produksi gandum dengan janji bantuan subsidi dari pemerintah. Namun, subsidi itu tidak kunjung terealisasi, sementara harga gandum terus menurun.

Menjelang panen pada Oktober 1932, para petani menghadapi persoalan baru. Sekitar 20.000 burung emu bermigrasi dari wilayah pedalaman menuju pesisir setelah musim berkembang biak. Lahan pertanian yang telah dibuka serta ketersediaan sumber air bagi ternak menjadikan kawasan pertanian sebagai habitat yang menarik bagi kawanan burung tersebut.

Artikel Wikipedia menyebut burung-burung emu memakan dan merusak tanaman gandum. Mereka juga membuat lubang pada pagar sehingga kelinci dapat masuk ke lahan pertanian dan menambah kerusakan.

Para petani kemudian mengirim perwakilan, yang sebagian besar merupakan mantan tentara, untuk menemui Menteri Pertahanan Sir George Pearce. Mereka meminta agar senapan mesin digunakan untuk mengendalikan populasi emu.

Pearce menyetujui permintaan itu dengan beberapa syarat. Senjata hanya boleh dioperasikan oleh personel militer, biaya transportasi pasukan ditanggung Pemerintah Australia Barat, sementara para petani menyediakan makanan, tempat tinggal, dan membayar amunisi.

Artikel tersebut juga menyebut Pearce mendukung operasi itu karena menganggap burung emu dapat menjadi sasaran latihan menembak yang baik. Selain itu, terdapat pandangan bahwa pemerintah ingin menunjukkan dukungannya kepada para petani di Australia Barat. Untuk mendokumentasikan operasi tersebut, seorang juru kamera dari Fox Movietone juga dilibatkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....