Pelari Tidur di Tengah Lomba dan Minim Air Minum Lengkapi Kekacauan Maraton 1904
- 30 Jun 2026 20:54 WIB
- Batam
Bagian 3
RRI.CO.ID, Batam - Kisah unik lainnya datang dari pelari Kuba Andarín Carvajal, yang tiba di St. Louis sesaat sebelum perlombaan dimulai.
Artikel Wikipedia menyebut Carvajal kehilangan seluruh uangnya karena berjudi di New Orleans. Ia kemudian menumpang kendaraan menuju St. Louis dan mengikuti maraton dengan pakaian sehari-hari yang dipotong pada bagian kaki agar menyerupai celana pendek.
Karena belum makan selama sekitar 40 jam, Carvajal meminta dua buah persik kepada seorang penonton. Setelah permintaannya ditolak, ia mengambil kedua buah tersebut dan kembali berlari.
Tidak lama kemudian, ia berhenti di sebuah kebun untuk memakan beberapa apel. Apel-apel itu ternyata sudah busuk dan menyebabkan kram perut yang hebat.
Akibatnya, Carvajal berbaring di tepi lintasan dan tertidur sejenak sebelum kembali melanjutkan perlombaan. Meski sempat tidur di tengah lomba, ia tetap berhasil finis di posisi keempat.
Sementara itu, dua pelari asal Afrika Selatan, Len Taunyane dan Jan Mashiani, masing-masing finis di urutan kesembilan dan kedua belas.
Dalam perlombaan tersebut, Taunyane sempat dikejar seekor anjing hingga keluar lintasan sekitar satu mil. Artikel Wikipedia menyebut insiden itu memengaruhi posisi akhirnya.
Selain berbagai insiden yang dialami peserta, maraton ini juga dikenang karena minimnya pasokan air.
Satu-satunya sumber air resmi bagi para pelari adalah sebuah sumur yang berada di sekitar titik tengah lintasan. Carvajal diketahui sempat memperoleh air minum dari sebuah menara air yang berada sekitar 9,7 kilometer dari garis start.
Menurut artikel Wikipedia, penyelenggara utama Olimpiade, James Edward Sullivan, tidak menyediakan sumber air lain di sepanjang lintasan meskipun perlombaan berlangsung dalam suhu sekitar 32 derajat Celsius di jalan yang tidak beraspal dan dipenuhi debu.
Artikel tersebut menyebut Sullivan beralasan ingin melakukan penelitian mengenai "purposeful dehydration" atau dehidrasi yang disengaja.
Kondisi tersebut, ditambah buruknya penyelenggaraan perlombaan, membuat hanya 14 dari 32 pelari yang berhasil mencapai garis finis. Waktu kemenangan Thomas Hicks, yaitu 3 jam 28 menit 53 detik, juga menjadi waktu juara maraton Olimpiade paling lambat saat itu, atau 29 menit lebih lambat dibandingkan waktu kemenangan paling lambat berikutnya.
Lebih dari satu abad kemudian, maraton Olimpiade St. Louis 1904 masih dikenang sebagai salah satu perlombaan paling tidak biasa dalam sejarah Olimpiade karena memadukan cuaca ekstrem, lintasan yang berat, minimnya pasokan air, serta berbagai insiden yang dialami para pesertanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....