Kesaksian dari Alam Gaib yang Mengguncang Pengadilan AS (Bagian 2)
- 30 Jun 2026 20:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Persidangan Edward Shue dimulai pada 22 Juni 1897 di Virginia Barat, dan kasus ini segera menarik perhatian publik karena latar belakangnya yang tidak biasa, termasuk kesaksian ibu korban yang mengaku menerima penjelasan dari arwah putrinya.
Dalam proses persidangan, Mary Jane Heaster menjadi saksi kunci dari pihak penuntut. Pihak pembela berusaha menggugurkan kredibilitasnya dengan mempertanyakan klaim-klaim terkait penampakan arwah. Namun, Mary Jane tetap teguh pada keterangannya, yang justru semakin memperkuat perhatian publik terhadap kasus tersebut.
Meski begitu, catatan sejarah menyebut bahwa pihak penuntut tidak secara resmi mendasarkan dakwaan pada cerita hantu tersebut, melainkan pada bukti medis hasil autopsi yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu, terungkap bahwa Edward Shue memiliki riwayat pernikahan yang bermasalah sebelumnya, termasuk tuduhan kekerasan dari istri pertamanya serta kematian mencurigakan pada pernikahan keduanya. Hal ini semakin memperkuat dugaan terhadap dirinya di mata juri.
Pada 11 Juli 1897, Edward Shue dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Upaya pembentukan massa untuk melakukan hukuman main hakim sendiri sempat terjadi, namun berhasil dibubarkan oleh aparat. Shue kemudian meninggal pada tahun 1900 di penjara negara bagian Virginia Barat dan dimakamkan di kuburan tanpa tanda.
Kasus ini kemudian diabadikan dalam penanda sejarah negara bagian Virginia Barat, yang menyebutnya sebagai satu-satunya kasus di mana kesaksian dari “hantu” korban dikaitkan dengan pengungkapan pembunuhan, meskipun secara hukum, putusan pengadilan didasarkan pada bukti dunia nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....