Peristiwa Tunguska, Ledakan Misterius yang Mengguncang Siberia pada 1908

  • 30 Jun 2026 20:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Siberia - Peristiwa Tunguska merupakan salah satu ledakan paling dahsyat dalam sejarah modern yang terjadi tanpa meninggalkan kawah tumbukan. Ledakan itu berlangsung pada pagi hari, 30 Juni 1908, di kawasan dekat Sungai Podkamennaya Tunguska, yang saat itu berada di Kegubernuran Yeniseysk dan kini termasuk wilayah Krai Krasnoyarsk, Rusia.

Ledakan terjadi di kawasan taiga Siberia Timur yang berpenduduk jarang. Dampaknya sangat besar, dengan sekitar 80 juta pohon tumbang di area hutan seluas sekitar 2.150 kilometer persegi. Sejumlah laporan saksi mata juga menyebut sedikitnya tiga orang diduga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Para ilmuwan pada umumnya meyakini ledakan itu disebabkan oleh semburan udara (airburst) dari sebuah meteoroid berbatu berdiameter sekitar 100 meter. Peristiwa tersebut diklasifikasikan sebagai tumbukan benda langit, meskipun tidak ditemukan kawah di lokasi kejadian. Objek penyebab ledakan diperkirakan hancur pada ketinggian sekitar lima hingga sepuluh kilometer di atas permukaan Bumi sehingga tidak pernah menghantam tanah secara langsung.

Karena lokasi kejadian yang terpencil serta keterbatasan teknologi pada awal abad ke-20, penelitian ilmiah mengenai penyebab dan kekuatan ledakan baru dilakukan beberapa tahun setelah peristiwa berlangsung. Para peneliti mengandalkan jejak kerusakan di lapangan, pengamatan geologi, dan analisis berbagai sampel untuk menyusun penjelasan ilmiah.

Berbagai penelitian menghasilkan perkiraan yang berbeda mengenai ukuran meteoroid tersebut, yakni antara 50 hingga 190 meter, bergantung pada asumsi kecepatan saat memasuki atmosfer Bumi, dilansir dari Wikipedia.

Sementara itu, gelombang kejut yang ditimbulkan diperkirakan mencapai kekuatan setara magnitudo 5,0, dengan energi ledakan berkisar antara tiga hingga 30 megaton TNT. Kekuatan sebesar itu dinilai cukup untuk menghancurkan sebuah wilayah metropolitan apabila terjadi di kawasan padat penduduk.

Hingga kini, Peristiwa Tunguska masih menjadi salah satu fenomena yang paling banyak diteliti dalam ilmu keplanetan. Sejak ledakan terjadi pada 1908, lebih dari seribu makalah ilmiah telah diterbitkan untuk mengkaji penyebab dan dampaknya, sebagian besar berasal dari para peneliti Rusia.

Pada 2013, sebuah tim peneliti melaporkan hasil analisis terhadap sampel mikro yang diambil dari rawa gambut di sekitar pusat ledakan. Penelitian tersebut menemukan fragmen yang diduga berasal dari luar Bumi, menambah bukti yang mendukung teori bahwa peristiwa Tunguska dipicu oleh benda langit yang hancur di atmosfer sebelum mencapai permukaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....