Dari Ritual Sufi hingga Kedai Kopi Dunia: Jejak Panjang Perjalanan Kopi
- 30 Jun 2026 18:00 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sulit membayangkan dunia tanpa kopi. Minuman yang kini menjadi bagian dari rutinitas miliaran orang itu ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum akhirnya dikenal luas di berbagai belahan dunia.
Sejumlah catatan sejarah menunjukkan kopi mulai dikonsumsi sebagai minuman pada sekitar abad ke-15 di Yaman. Saat itu, kopi menjadi bagian dari tradisi kalangan sufi yang memanfaatkannya untuk membantu tetap terjaga saat menjalankan ibadah dan ritual keagamaan.
Meski demikian, dilansir dari Wikipedia, sejumlah ilmuwan meyakini tanaman kopi telah lebih dahulu tumbuh liar di kawasan Etiopia. Dari wilayah Afrika Timur itulah kopi diduga menyebar melalui jalur perdagangan Laut Merah menuju Yaman, terutama ke pelabuhan-pelabuhan seperti Aden, Mokha, dan Zabid yang saat itu menjadi pusat perdagangan penting.
Salah satu catatan awal mengenai kopi ditulis ulama Ottoman, Abd al-Qadir al-Jaziri, pada 1587. Dalam karyanya, ia menyebut biji kopi berasal dari kawasan Habasyah atau Etiopia dan mulai dikenal di Kairo pada awal abad ke-16 melalui para pengikut tarekat sufi.
Pada masa itu, biji kopi mulai diolah dengan cara disangrai dan diseduh, teknik yang pada dasarnya masih digunakan hingga sekarang. Dari Yaman, kebiasaan minum kopi kemudian menyebar ke berbagai wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Perjalanan kopi menuju Eropa berlangsung melalui perdagangan Kekaisaran Utsmaniyah. Pada 1555, kedai kopi pertama berdiri di kawasan Tahtakale, Istanbul. Kehadiran kedai kopi kemudian menjadi pusat pertemuan masyarakat untuk berdiskusi, berdagang, hingga bertukar gagasan.
Beberapa dekade kemudian, kopi mulai memasuki Italia melalui Venesia, salah satu pusat perdagangan utama Eropa saat itu. Kedai kopi pertama di luar wilayah Kekaisaran Utsmaniyah dibuka di Venesia pada 1647.
Penerimaan masyarakat Eropa terhadap kopi semakin luas setelah Paus Klemens VIII menyatakan minuman tersebut dapat diterima sebagai minuman umat Kristen. Keputusan itu meredakan penolakan sebagian kalangan yang sebelumnya menganggap kopi sebagai "minuman Muslim."
Dari Eropa, penyebaran kopi berlangsung semakin cepat. Minuman tersebut kemudian dikenal di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Amerika, seiring berkembangnya perdagangan global pada abad ke-17.
Kini, lebih dari lima abad setelah pertama kali diseduh di Yaman, kopi telah berkembang menjadi salah satu komoditas pertanian terbesar di dunia sekaligus bagian dari budaya masyarakat di berbagai negara. Dari ritual keagamaan hingga menjadi teman bekerja dan bersantai, secangkir kopi menyimpan jejak sejarah panjang yang melintasi benua, peradaban, dan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....