Pendidikan Berikan Identitas dan Masa Depan bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 30 Jun 2026 10:50 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Seluruh anak berkebutuhan khusus perlu memperoleh akses pendidikan sejak usia sekolah agar memiliki identitas sebagai peserta didik sekaligus kesempatan mengembangkan potensinya. Pesan tersebut disampaikan Pendiri Homeschooling Bintang Harapan Bandung, Prihatini, dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Sabtu, 13 Juni 2026, di Batam.
Prihatini menegaskan bahwa masih ada sebagian orang tua yang menunda menyekolahkan anak berkebutuhan khusus karena khawatir anak belum mampu mengikuti pembelajaran. Menurutnya, anggapan tersebut perlu diubah karena pendidikan bukan hanya bertujuan mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membangun identitas, pengalaman sosial, dan kepercayaan diri anak.
Ia mengatakan anak berkebutuhan khusus berhak menikmati setiap tahapan pendidikan sebagaimana anak lainnya, mulai dari mengikuti proses belajar, menerima rapor, hingga mengikuti kegiatan kelulusan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.
"Kenapa anak-anak itu perlu disekolahkan? Karena kita sedang menghargai mereka secara perkembangan. Mereka juga punya hak melewati setiap momen dalam hidupnya," ujar Prihatini.
Menurutnya, status sebagai siswa juga membantu anak memiliki identitas ketika berinteraksi di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, anak tidak lagi dihadapkan pada pertanyaan yang dapat membuat mereka maupun orang tuanya merasa tidak nyaman karena tidak mengikuti pendidikan formal.
Selain itu, Prihatini mendorong orang tua untuk terus memberikan apresiasi terhadap setiap kemajuan sekecil apa pun yang dicapai anak. Ia meyakini penghargaan atas proses belajar akan meningkatkan motivasi anak untuk terus berkembang sesuai kemampuannya.
Ia juga menyarankan orang tua maupun pendidik membuat jurnal perkembangan anak sebagai bentuk dokumentasi perjalanan belajar. Melalui catatan tersebut, setiap perkembangan dapat terlihat secara bertahap sehingga menjadi penyemangat bagi keluarga maupun guru dalam mendampingi anak.
"Rayakan setiap kemajuan. Jangan pernah menyerah, karena setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk berkembang," kata Prihatini.
Menutup pemaparannya, Prihatini mengajak seluruh pihak untuk tidak lagi memandang anak berkebutuhan khusus dari keterbatasannya. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan belajar, lingkungan yang menerima, serta dukungan yang konsisten dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....