Gadget Tanpa Pendampingan Berisiko Menghambat Perkembangan Anak Autisme

  • 30 Jun 2026 14:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Penggunaan gadget tanpa pengawasan orang tua berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak dengan autisme. Karena itu, orang tua perlu menetapkan aturan yang jelas mengenai durasi penggunaan perangkat digital agar anak tetap memperoleh kesempatan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pesan tersebut disampaikan Dosen dan Kepala Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Batam (ITEBA), Alvendo Wahyu Aranski, saat menjadi narasumber dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026 di Batam, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa teknologi memang mampu membantu proses belajar anak. Namun, ketika gawai dijadikan pengasuh utama, anak akan kehilangan kesempatan berkomunikasi secara langsung dengan orang tua maupun orang lain.

Menurutnya, salah satu dampak yang sering muncul ialah berkurangnya interaksi sosial. Anak menjadi lebih nyaman berada di depan layar dibandingkan bermain atau berbicara dengan orang-orang di sekitarnya.

"Teknologi jadi pengasuhnya si anak. Mama lagi ngomong, nanti ini HP. Anaknya diam, betul diam. Tetapi setelah dia diam dia nggak mau ngomong lagi," ujar Alvendo.

Selain menghambat komunikasi, penggunaan gadget yang tidak dibatasi juga dapat mengganggu pola tidur anak. Anak dapat terus menggunakan perangkat hingga larut malam sehingga waktu istirahatnya berkurang dan memengaruhi kemampuan belajar pada keesokan harinya.

Karena itu, ia menyarankan agar orang tua memberikan batas waktu yang konsisten setiap kali anak menggunakan gadget. Ketika waktu penggunaan telah habis, orang tua perlu menerapkan aturan tersebut secara tegas agar anak memahami adanya batasan.

"Kalau waktunya dibilang ayo main satu jam, ya itu betul ibu-ibu harus bikin satu jam," katanya.

Alvendo menambahkan bahwa pembatasan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan mengajarkan disiplin dalam menggunakan perangkat digital. Dengan pengaturan yang tepat, anak tetap dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan perkembangan sosial, emosional, maupun kesehatannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....