Kolaborasi Sekolah, Terapis, dan Orang Tua dalam Penerapan Metode BCCT

  • 30 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Keberhasilan penerapan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan terapis. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar stimulasi yang diberikan kepada anak berlangsung secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Avicenna Cendikia Medan, Dr. Dhina Melinda, saat menjadi narasumber dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026.

Dhina mengatakan metode BCCT tidak hanya mudah diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diadaptasi oleh keluarga di rumah. Prinsip utama yang perlu dijaga adalah kesinambungan antara program yang diberikan guru, terapis, dan orang tua.

"Materi ini saya bagikan karena siapa tahu metode ini juga bisa diterapkan di sekolah ibu-ibu semua dan juga mungkin diterapkan di rumah oleh orang tua," ujarnya.

Menurut Dhina, konsistensi menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak dengan autisme. Aktivitas yang dilakukan di sekolah akan memberikan hasil lebih optimal apabila dilanjutkan melalui pembiasaan di lingkungan keluarga.

Ia menjelaskan komunikasi antara guru, terapis, dan orang tua diperlukan untuk menyusun target perkembangan yang sama. Dengan demikian, setiap pihak dapat saling melengkapi dalam memberikan stimulasi sesuai kebutuhan anak.

Selain itu, evaluasi perkembangan juga perlu dilakukan secara berkala. Melalui pengamatan terhadap kemampuan anak pada berbagai aspek perkembangan, program pembelajaran dapat disesuaikan sehingga tetap relevan dengan kondisi dan potensi masing-masing anak.

"Yang kita lakukan adalah memberikan pijakan agar kemampuan anak meningkat dari perkembangan sebelumnya. Jadi prosesnya bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak," kata Dhina.

Dhina berharap semakin banyak lembaga pendidikan, pusat terapi, dan keluarga yang menerapkan pendekatan kolaboratif dalam mendampingi anak dengan autisme. Menurutnya, sinergi yang baik akan membantu anak menjalani masa transisi menuju Sekolah Dasar dengan lebih siap, sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki pada setiap tahap perkembangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....