Metode BCCT Dorong Pembelajaran Berdasarkan Kemampuan Anak, Bukan Sekadar Usia

  • 30 Jun 2026 09:03 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pendekatan pembelajaran bagi anak dengan autisme sebaiknya tidak hanya mengacu pada usia kronologis, tetapi juga mempertimbangkan tingkat perkembangan atau usia biologis anak. Dengan cara tersebut, program pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan yang benar-benar dimiliki setiap anak.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Avicenna Cendikia Medan, Dr. Dhina Melinda, saat memaparkan materi dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026.

Dhina menjelaskan usia kronologis menunjukkan umur anak berdasarkan tahun kelahiran, sedangkan usia biologis menggambarkan tahap perkembangan kemampuan yang telah dicapai. Menurutnya, kedua hal tersebut tidak selalu berjalan seiring, terutama pada anak dengan autisme.

"Kalau ternyata kemampuan anak itu adalah usia empat tahun, maka yang kita stimulasi program usia empat tahun. Jangan dipaksakan semua anak harus mengikuti tahapan yang sama," ujarnya.

Ia mengatakan kondisi di lapangan masih sering memperlihatkan anak ditempatkan di kelas berdasarkan usia semata. Akibatnya, ketika kemampuan anak belum sesuai dengan tuntutan pembelajaran, guru pendamping justru mengambil alih sebagian besar tugas sekolah.

Melalui metode BCCT, guru melakukan observasi terhadap lima domain perkembangan, yaitu afeksi, kognitif, bahasa, fisik, dan sosial. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun target pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

Menurut Dhina, pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih realistis dan bertahap. Anak tidak dipaksa mengejar target yang belum siap dicapai, melainkan terus diberikan stimulasi agar perkembangan pada setiap domain meningkat secara bertahap.

"Yang harus dilakukan adalah kita tetap menempatkan anak sesuai kemampuannya. Kalau ternyata kemampuan anak itu masih di usia empat tahun, maka itulah yang kita stimulasi terlebih dahulu," katanya.

Ia berharap semakin banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran berbasis kebutuhan individu sehingga anak dengan autisme memperoleh kesempatan belajar yang lebih optimal. Dengan pendekatan yang tepat, proses transisi menuju Sekolah Dasar dapat berlangsung lebih baik dan sesuai dengan potensi masing-masing anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....