Metode BCCT Dinilai Efektif Mempersiapkan Anak Autisme Memasuki Jenjang Sekolah

  • 30 Jun 2026 09:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) atau sistem sentra dinilai mampu menjadi salah satu pendekatan efektif dalam mempersiapkan anak dengan autisme menghadapi masa transisi menuju Sekolah Dasar (SD). Pendekatan yang berpusat pada kebutuhan anak tersebut dinilai mampu memberikan stimulasi perkembangan secara menyeluruh melalui aktivitas bermain yang terstruktur.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Avicenna Cendikia Medan, Dr. Dhina Melinda, saat menjadi narasumber dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026. Dalam sesi tersebut, ia membawakan materi bertajuk Metode BCCT (Beyond Center and Circle Time) untuk Masa Transisi dan Intervensi Dini Menuju Sekolah Dasar.

Menurut Dhina, metode BCCT telah lama diterapkan pada pendidikan anak usia dini. Berdasarkan pengalamannya mengelola lembaga pendidikan selama hampir satu dekade, pendekatan tersebut juga terbukti memiliki banyak kesamaan dengan prinsip-prinsip intervensi bagi anak dengan autisme.

"Ternyata selama ini yang kita terapkan di BCCT banyak yang sejalan dengan teori-teori tentang autisme. Maka ini saya memperuntukkan materi ini untuk sharing, siapa tahu metode ini juga bisa diterapkan di sekolah ibu-ibu semua dan juga mungkin diterapkan di rumah," ujarnya.

Dhina menjelaskan keberhasilan anak dengan autisme ketika memasuki jenjang pendidikan dasar sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diberikan sejak usia dini. Sayangnya, masih banyak orang tua baru mencari terapi ketika anak akan masuk SD sehingga kesempatan memberikan intervensi pada masa emas perkembangan menjadi berkurang.

Ia menilai usia empat hingga enam tahun merupakan periode penting untuk membangun kemampuan dasar anak, baik dalam aspek komunikasi, sosial, regulasi emosi, maupun kesiapan belajar. Seluruh kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain yang dirancang secara sistematis.

Selain itu, metode BCCT menempatkan guru sebagai fasilitator yang mendampingi proses belajar anak. Dengan pendekatan tersebut, anak memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa tertekan oleh tuntutan akademik.

"Program kita di usia dini sangat menentukan perkembangan mereka di masa yang akan datang. Karena sangat dibutuhkan intervensi dini," kata Dhina.

Melalui penerapan metode BCCT, Dhina berharap sekolah, lembaga terapi, maupun keluarga semakin memahami pentingnya memberikan stimulasi sejak dini agar anak dengan autisme memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....