Psikolog Ingatkan Pentingnya Self-Care bagi Pendamping Remaja dengan Autisme

  • 29 Jun 2026 04:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pendampingan terhadap remaja dengan autisme tidak hanya menuntut perhatian kepada perkembangan anak, tetapi juga kesehatan fisik dan mental para pendampingnya. Orang tua, guru, maupun terapis dinilai perlu menjaga keseimbangan diri agar mampu memberikan dukungan secara berkelanjutan.

Psikolog Klinis Dewasa RS Awal Bros dan Alfa Hepi Consultant Batam, Wenny Nur Annisa, mengatakan para caregiver sering kali terlalu fokus pada perkembangan anak hingga melupakan kebutuhan diri sendiri dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026. Padahal, kondisi emosional pendamping sangat memengaruhi kualitas interaksi dengan remaja yang didampingi.

Menurutnya, self-care bukan merupakan bentuk mengabaikan tanggung jawab, melainkan bagian dari upaya menjaga kemampuan diri agar tetap mampu memberikan pendampingan terbaik.

"Usahakanlah bisa tetap self-care. Kita juga manusia, punya batas energi, punya batas kemampuan mengelola emosi. Maka yuk self-care, karena dengan hubungan yang baik yang sudah terbangun, kita juga bisa memberikan energi yang tenang kepada mereka," ujarnya.

Wenny menjelaskan self-care dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari menjaga kesehatan fisik, mengelola stres, meluangkan waktu beristirahat, hingga mengevaluasi kembali tujuan dan harapan selama mendampingi anak.

Ia menambahkan bahwa pendamping yang kelelahan secara emosional berisiko mengalami stres berkepanjangan sehingga sulit mengambil keputusan secara tenang ketika menghadapi tantangan dalam proses pendampingan.

Selain itu, self-care juga menjadi kesempatan bagi pendamping untuk memberikan apresiasi terhadap perjalanan yang telah dilalui bersama anak. Setiap perkembangan yang dicapai, sekecil apa pun, patut dihargai sebagai hasil dari proses panjang yang telah dijalani bersama.

"Kalau sudah lebih dari lima tahun mendampingi, coba pahami lagi diri kita. Luar biasa, sudah bertahan selama itu. Berikan self appreciation, karena kita juga sedang menjalani proses yang tidak mudah," katanya.

Wenny berharap budaya menjaga kesehatan mental para caregiver semakin diperhatikan. Dengan kondisi fisik dan psikologis yang baik, orang tua maupun tenaga pendamping akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi remaja dengan autisme memasuki masa transisi menuju kedewasaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....