Pendekatan Belajar Anak Tidak Bisa Disamaratakan, Guru dan Orang Tua Diminta Lebih

  • 29 Jun 2026 09:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Setiap anak memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda sehingga proses pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama. Guru maupun orang tua perlu memahami karakter masing-masing anak agar proses belajar berlangsung lebih efektif.

Hal tersebut disampaikan Dosen dan Kepala Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Batam (ITEBA), Alvendo Wahyu Aranski, saat membahas pemanfaatan teknologi bagi anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah dalam acara Indonesia Autism Summit (INAS) 2026 di Hotel Harmoni One Batam, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, masih banyak anak yang dianggap malas atau kurang mampu belajar, padahal mereka sebenarnya memiliki hambatan tertentu seperti disleksia, disgrafia, diskalkulia, maupun gangguan pemusatan perhatian atau ADHD.

"Anak ini cara belajarnya beda-beda. Ada yang kategori disleksia, ada disgrafia, ada diskalkulia, kemudian ada yang sulit konsentrasi di bagian ADHD. Proses itu sering menjadi tantangan yang besar bagi orang tua ataupun guru," ujarnya.

Alvendo menjelaskan anak dengan kesulitan belajar bukan berarti tidak memiliki potensi. Bahkan, banyak di antaranya justru menunjukkan kemampuan yang menonjol pada bidang tertentu apabila memperoleh metode belajar yang sesuai.

Ia mencontohkan terdapat anak yang kesulitan memahami bacaan, tetapi memiliki kemampuan praktik yang baik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menemukan pendekatan pembelajaran berdasarkan kekuatan masing-masing anak.

Karena itu, menurut Alvendo, guru maupun orang tua sebaiknya tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata. Anak perlu diberikan kesempatan untuk berkembang melalui aktivitas yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

"Kalau memang orang tuanya paham, masukkan anaknya ke sekolah yang memang fokus pada bidang tertentu. Jangan dipaksa semua anak harus menempuh jalur yang sama," katanya.

Ia menambahkan pendekatan yang tepat akan membantu anak lebih percaya diri dalam belajar. Dengan dukungan lingkungan yang positif, anak yang memiliki kesulitan belajar tetap dapat berkembang dan berprestasi sesuai potensinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....