Revitalisasi Air Tawar Perkuat Operasi KRI Wilayah Perbatasan

  • 19 Jun 2026 09:27 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kebutuhan air tawar bagi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang bersandar di Dermaga Tanjung Uban kini semakin terjamin seiring pelaksanaan Revitalisasi Sistem Air Tawar Kampung Jago ke Fasharkan Mentigi Tahun Anggaran 2026. Proyek strategis tersebut ditinjau langsung di Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Kamis 18 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan logistik bagi armada TNI Angkatan Laut yang bertugas di wilayah perbatasan.

Selama ini, ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi kapal-kapal perang saat melaksanakan operasi di wilayah Kepulauan Riau dan Perairan Natuna. KRI yang menjalankan patroli keamanan laut membutuhkan pasokan air tawar dalam jumlah memadai untuk mendukung kebutuhan awak kapal maupun operasional selama menjalankan tugas negara.

Melalui revitalisasi tersebut, fasilitas air bersih di kawasan Fasharkan Mentigi kini memiliki kemampuan produksi sekitar 12 meter kubik per jam. Kapasitas itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku KRI yang bersandar di Dermaga Tanjung Uban, sehingga proses pengisian logistik dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, menegaskan bahwa keberadaan sistem air bersih yang andal merupakan faktor penting dalam menjaga kesiapan tempur unsur-unsur TNI AL. Menurutnya, dukungan logistik yang memadai akan memastikan kapal perang dapat terus menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan tanpa terkendala kebutuhan dasar.

Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari peningkatan fasilitas pangkalan Fasharkan Mentigi yang berperan sebagai salah satu unsur pendukung operasi TNI AL di wilayah barat Indonesia. Selain pemeliharaan dan perbaikan kapal, fasilitas pendukung seperti pasokan air bersih menjadi komponen penting dalam menjaga keberlangsungan operasi maritim nasional.

Wilayah Kepulauan Riau dan Natuna memiliki nilai strategis karena berada di jalur pelayaran internasional serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara. Kehadiran KRI secara konsisten di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan, mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, serta mengawasi aktivitas pelayaran dan sumber daya laut nasional.

Dengan beroperasinya revitalisasi sistem air tawar ini, dukungan logistik terhadap unsur-unsur KRI di beranda terdepan NKRI diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesiapan operasional armada guna menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia, khususnya di wilayah strategis Kepulauan Riau dan Perairan Natuna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....