RPBD Batam Dorong Perubahan Paradigma Penanggulangan Bencana
- 11 Jun 2026 10:39 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kota Batam periode 2025-2029 tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum bencana datang, rabu, 10 Juni 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah Penyusunan RPBD yang digelar BPBD Kota Batam. Forum tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan dokumen yang nantinya menjadi acuan seluruh organisasi perangkat daerah dalam menjalankan program terkait kebencanaan.
Tenaga Ahli Penyusun RPBD Kota Batam, Masudi, mengatakan sistem penanggulangan bencana di Indonesia telah mengalami perubahan sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. Penanganan bencana kini tidak lagi hanya berfokus pada tanggap darurat, tetapi juga menitikberatkan pada pengurangan risiko sebelum bencana terjadi.
"Dulu hanya reaktif saat terjadi bencana ada tanggap darurat saja, tetapi sekarang tidak seperti itu. Ada upaya-upaya pra bencana yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana jika terjadi bencana nanti," kata Masudi.
Menurutnya, setiap daerah wajib memiliki dokumen perencanaan yang memuat langkah-langkah penanggulangan bencana secara menyeluruh, mulai dari fase prabencana, saat bencana, hingga pascabencana. Dokumen tersebut menjadi dasar dalam menentukan program dan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Masudi menjelaskan inti dari RPBD adalah program yang mampu menekan dampak bencana terhadap masyarakat. Program tersebut harus diarahkan untuk mengurangi korban jiwa, mengurangi kerugian ekonomi, serta meminimalkan kerusakan lingkungan.
"Saat program kegiatan tidak menyinggung terhadap pengurangan korban jiwa, kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan, maka itu bukan program penanggulangan bencana," tegasnya.
Selain menyusun program mitigasi dan kesiapsiagaan, RPBD juga akan menjadi dasar penyusunan prosedur penanganan darurat dan rencana kontingensi menghadapi berbagai potensi bencana yang ada di Batam.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menilai masukan dari berbagai pihak sangat penting agar dokumen yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi daerah dan mampu menjadi pedoman bersama dalam menghadapi ancaman bencana.
"Berikanlah pendapat dan pemikirannya sehingga rancangan awal RPBD Kota Batam ini bisa tersusun dengan sempurna dan menjadi pedoman bagi kita semua dalam menghadapi dan mengatasi bencana alam yang ada di Kota Batam," ujar Firmansyah.
Pemerintah Kota Batam menargetkan RPBD yang tengah disusun dapat menjadi landasan penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan mitigasi risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....