Dosen ITEBA Perkuat IATPI Wujudkan Kepri Bebas Sampah
- 10 Jun 2026 02:22 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Institut Teknologi Batam (ITEBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Kepulauan Riau. Kampus teknologi tersebut sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) Kepulauan Riau Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang A4-08 Kampus ITEBA pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lingkungan dalam mewujudkan Kepulauan Riau yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Muscab IATPI Kepri berlangsung dinamis dengan melibatkan empat kandidat yang bersaing dalam pemilihan ketua baru. Berdasarkan hasil pemungutan suara, Dr. Hendy Rinaldy, S.T., M.Si. resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus IATPI Kepulauan Riau periode 2026–2027. Ia menggantikan Ir. Dona Astiana, S.T., M.M., IPM., yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya. Prosesi serah terima jabatan dilakukan sesaat setelah penghitungan suara sebagai simbol kesinambungan program dan estafet kepemimpinan organisasi profesi tersebut.
Selain menjadi agenda organisasi, Muscab tahun ini juga menjadi wadah diskusi strategis mengenai berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi Kepulauan Riau, khususnya persoalan pengelolaan sampah. Sebagai wilayah kepulauan yang berkembang pesat di sektor industri, perdagangan, dan pariwisata, Kepri menghadapi tantangan peningkatan volume sampah yang memerlukan solusi berbasis teknologi, riset, dan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua IATPI Kepri periode sebelumnya yang juga merupakan dosen ITEBA, Dr. Eng. Ansarullah, menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan baru. Menurutnya, keterlibatan sejumlah dosen ITEBA dalam struktur kepengurusan IATPI Kepri akan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi dalam menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan di daerah.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut juga akan memperkuat eksistensi Kelompok Riset SAMPAH ITEBA yang selama ini aktif melakukan berbagai penelitian terkait pengelolaan limbah, pengurangan sampah, dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Melalui kolaborasi dengan IATPI, hasil-hasil penelitian yang selama ini dikembangkan di lingkungan kampus diharapkan dapat dihilirisasi dan diterapkan secara lebih luas sehingga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis yang nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan dosen ITEBA dalam kepengurusan IATPI Kepri juga diyakini akan membuka berbagai peluang baru bagi mahasiswa. Mahasiswa akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap program magang, penelitian terapan, pelatihan profesional, serta jejaring dengan para ahli teknik lingkungan dan penyehatan dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular, kolaborasi antara ITEBA dan IATPI Kepri diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya Kepulauan Riau bebas sampah. Melalui penguatan riset, edukasi masyarakat, serta keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan, Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....