MTQ Ke-4 Selat Gelam Dibuka, Karimun Perkuat Nilai Agama dan Budaya Melayu

  • 03 Jun 2026 05:00 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Riadul Afkar, hadir dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV tingkat Kecamatan Selat Gelam yang digelar di Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan kehadiran berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga warga yang memadati lokasi acara.

Acara pembukaan turut dihadiri Iskandarsyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran dewan hakim, peserta kafilah, serta masyarakat yang datang menyaksikan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Riadul Afkar menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan MTQ yang dinilai memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda berlandaskan nilai Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak hanya menekankan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga penghayatan terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ia menilai MTQ tidak sebatas menjadi arena kompetisi tilawah maupun pemahaman Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai mampu mempererat kebersamaan umat sekaligus menanamkan implementasi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang cinta Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar H. Riadul Afkar.

Di sisi lain, Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, melainkan juga harus diiringi penguatan nilai budaya dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Melayu.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ memiliki posisi penting dalam menjaga karakter masyarakat yang berpegang pada prinsip adat dan agama. Ia mengingatkan bahwa modernisasi dan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan warisan budaya yang diwariskan para pendahulu.

Pemerintah Kabupaten Karimun, lanjutnya, juga terus berupaya menjaga budaya Melayu, termasuk mempertahankan penggunaan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat lokal. Upaya tersebut bahkan mendapat pengakuan di tingkat nasional melalui apresiasi dari kementerian terkait atas langkah pelestarian bahasa ibu di Karimun.

Dalam sambutannya, Iskandarsyah juga mengungkap rencana pengembangan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata yang mengangkat nilai sejarah, budaya, serta peradaban Melayu. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar karena menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang dapat menjadi destinasi edukasi sekaligus objek wisata budaya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut, pemerintah daerah menargetkan pembangunan pelabuhan representatif di Pulau Tulang mulai direalisasikan pada 2027 guna memperkuat akses transportasi sekaligus menunjang pertumbuhan sektor wisata.

Pelaksanaan MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam diharapkan tidak hanya menjadi agenda perlombaan tahunan, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta menjaga harmoni antara nilai agama, budaya Melayu, dan identitas masyarakat Karimun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....