Batam dan Bintan Dinilai Lebih Efektif Dipasarkan Sebagai Satu Destinasi Wisata

  • 28 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerhati pariwisata Kepri, Buralimar, menilai Batam dan Bintan lebih tepat dipasarkan sebagai satu rangkaian destinasi wisata dibandingkan sebagai dua wilayah yang berdiri sendiri. Menurutnya, bagi wisatawan, batas administratif antara Kota Batam dan Kabupaten Bintan tidak menjadi pertimbangan utama saat berlibur.

“Bagi wisatawan, yang penting bukan batas wilayah, tetapi pengalaman wisata yang mereka dapatkan. Batam dan Bintan justru menjadi satu paket cerita yang saling melengkapi,” kata Buralimar.

Ia menjelaskan, sejak awal Batam dan Bintan berkembang dengan karakter berbeda namun saling mendukung. Batam tumbuh sebagai pusat industri, perdagangan, kuliner, dan hiburan dengan akses internasional yang kuat, sementara Bintan berkembang sebagai kawasan resort dan wisata alam yang menawarkan pantai, pulau-pulau kecil, hingga ekowisata.

Perbedaan karakter tersebut, menurutnya, justru menciptakan daya tarik yang saling melengkapi bagi wisatawan mancanegara. Wisatawan dari Singapura umumnya mencari kuliner, hiburan, dan layanan spa di Batam, sedangkan wisatawan asal China lebih banyak memilih resort dan wisata pantai di Bintan.

Buralimar mengatakan pelaku industri pariwisata selama ini juga cenderung memasarkan kedua wilayah tersebut dalam satu paket perjalanan. Sebagian besar agen wisata menggabungkan kunjungan ke Batam dan Bintan dalam satu rute selama beberapa hari untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada wisatawan.

Menurutnya, dalam industri pariwisata, wisatawan lebih memperhatikan kualitas destinasi dibandingkan batas wilayah pemerintahan.

“Pariwisata melihat apakah pantainya bersih, transportasinya lancar, hotel nyaman, dan pelayanan baik. Wisatawan tidak memikirkan batas administrasi,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan pengembangan lintas wilayah tersebut sejalan dengan konsep SIJORI Growth Triangle yang menghubungkan Singapore, Johor, dan Kepulauan Riau. Kerja sama yang awalnya berfokus pada sektor industri dan perdagangan itu kini semakin berkembang ke sektor pariwisata dan ekonomi biru.

Buralimar juga menilai rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan berpotensi memperkuat konektivitas antardestinasi wisata di wilayah tersebut. Dengan konektivitas yang lebih baik, pergerakan wisatawan antara Batam dan Bintan dinilai akan semakin mudah dan efisien.

Ke depan, ia berharap Batam, Bintan, dan Karimun dapat menjadi gerbang utama pariwisata Kepri yang didukung destinasi berbasis budaya dan alam di Lingga, Natuna, dan Anambas.

Menurut Buralimar, kekuatan utama pariwisata Kepri terletak pada kemampuannya menawarkan pengalaman yang terintegrasi, bukan pada batas-batas administratif antarwilayah.

“Wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman dan kenangan terbaik. Karena itu Batam dan Bintan harus dipandang sebagai satu cerita wisata yang saling melengkapi,” katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....