Masaga Batam Teguhkan Semangat Orang Basudara pada HUT Pattimura ke-209

  • 31 Mei 2026 21:57 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Peringatan HUT ke-209 Kapitan Pattimura di Batam dimanfaatkan masyarakat Maluku untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga semangat kebersamaan di tanah rantau.

Kegiatan yang digelar oleh Maluku Islam Kristen Satu Gandong Batam di kawasan Bengkong itu mempertemukan warga Maluku dari berbagai latar belakang dalam semangat persatuan yang selama ini dikenal melalui falsafah orang basudara.

Mengusung tema "Teladani Perjuangan Pattimura, Mewujudkan Tali Silaturahmi Orang Basudara di Tanah Rantau", acara tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan nilai-nilai persatuan yang diwariskan Pattimura sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat Maluku di Batam.

Ketua Panitia, Deni Talatua, mengatakan peringatan HUT Pattimura tidak hanya dimaknai sebagai mengenang perjuangan sejarah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ikatan persaudaraan antara masyarakat Maluku yang beragama Islam maupun Kristen.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus mempererat rasa persaudaraan dan memperkuat ikatan orang basudara sebagaimana nilai yang diwariskan leluhur dalam semangat satu gandong,” ujarnya.

Menurut Deni, semangat perjuangan Pattimura masih relevan dalam kehidupan saat ini. Jika pada masanya perjuangan dilakukan melawan penjajahan, kini nilai yang sama diperlukan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Penasehat Masaga Batam, Robi Hamisi, mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga toleransi dan kebersamaan sebagai modal utama hidup berdampingan di perantauan.

“Jangan biarkan perbedaan meretakkan hubungan antarorang basudara, karena kekuatan terbesar masyarakat Maluku adalah persatuan dan kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Pendiri dan Pembina Masaga Batam, Leonard Wattimena, menilai Pattimura bukan hanya simbol perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga lambang keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga warisan sejarah dan nilai budaya agar tetap dikenal generasi muda Maluku yang tumbuh di luar daerah asalnya.

Menurut Leonard, falsafah Maluku*“Potong di Kuku, Rasa di Daging” menjadi pengingat bahwa ikatan persaudaraan harus diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama.

Peringatan HUT Pattimura ke-209 tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas masyarakat Maluku di Batam sekaligus menjaga nilai persatuan sebagai bagian dari kontribusi warga perantauan dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis di Kota Batam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....