Jejak Awal Idul Adha Berawal Dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
- 28 Mei 2026 22:09 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perayaan Idul Adha yang setiap tahun diperingati umat Islam berawal dari kisah pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa itu menjadi simbol keikhlasan dan kepatuhan manusia kepada Allah SWT.
Sejarah Idul Adha bermula ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk membawa istrinya, Siti Hajar, dan putranya yang masih kecil ke sebuah lembah tandus yang tidak berpenghuni. Tempat itu kemudian berkembang menjadi Kota Makkah.
Di tengah keterbatasan dan kesunyian padang pasir, Siti Hajar tetap bertahan menjaga Ismail. Dari kisah itulah kemudian lahir sejarah mata air Zamzam yang hingga kini menjadi bagian penting dalam ibadah haji.
“Idul Adha lahir dari kisah pengorbanan, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah. Ketika Nabi Ismail mulai beranjak dewasa, Nabi Ibrahim mendapat mimpi yang diyakini sebagai perintah Allah untuk menyembelih putranya sendiri," dikutip dari portal jabar.nu.or.id, Kamis, 28 Mi 2026.
Dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102, Nabi Ibrahim menyampaikan mimpi tersebut kepada Ismail. Dengan penuh keteguhan, Ismail menerima perintah itu dan meminta ayahnya menjalankan apa yang diperintahkan Allah.
Dialog ayah dan anak tersebut kemudian menjadi salah satu kisah paling mengharukan dalam sejarah Islam karena menggambarkan keikhlasan dan kesabaran keduanya saat menghadapi ujian keimanan.
Saat proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT kemudian menunjukkan kuasa-Nya. Pisau yang digunakan Nabi Ibrahim disebut tidak mampu melukai Nabi Ismail.
Sebagai gantinya, Allah memerintahkan Malaikat Jibril membawa seekor kibas atau domba dari surga untuk disembelih.
Peristiwa itu menjadi titik awal lahirnya ibadah kurban yang terus dilaksanakan umat Islam setiap Idul Adha.
Selain menjadi simbol pengorbanan, Idul Adha juga berkaitan dengan rangkaian ibadah haji, termasuk prosesi pelemparan jumrah yang mengingatkan umat Islam pada perjuangan Nabi Ibrahim melawan godaan setan.
Hingga kini, nilai utama Idul Adha tetap relevan, yakni keikhlasan, kesabaran, dan kesediaan menempatkan perintah Tuhan di atas kepentingan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....