Dokter Ingatkan Waspada Mata Menonjol, Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid

  • 26 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Mata yang tampak menonjol tidak selalu sekadar persoalan estetika. Kondisi tersebut bisa menjadi gejala gangguan serius pada kelenjar tiroid yang dikenal sebagai thyroid eye disease (TED) atau penyakit mata tiroid.

Dokter spesialis mata, dr. Sovira Prashanti, Sp.M, menjelaskan bahwa TED terjadi akibat peradangan pada jaringan di sekitar bola mata yang menyebabkan mata terdorong ke depan.

“Akibatnya mata tampak menonjol dan kelopak mata bisa sulit menutup sempurna. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu permukaan mata hingga berisiko menurunkan penglihatan,” ujarnya.

TED umumnya berkaitan dengan gangguan autoimun pada kelenjar tiroid, terutama hipertiroid atau penyakit Graves. Di Indonesia, kasus ini dinilai cukup sering terjadi, terutama pada perempuan usia produktif, namun masih kerap tidak disadari sejak awal.

Menurut Sovira, banyak pasien datang dalam kondisi yang sudah cukup berat karena mengira mata menonjol hanya faktor keturunan atau masalah kosmetik biasa.

Selain perubahan bentuk mata, TED juga dapat menimbulkan gejala lain seperti mata kering, merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, penglihatan ganda, hingga kesulitan menggerakkan mata.

Pada sebagian kasus, keluhan dapat terjadi di kedua mata, namun ada juga yang hanya dialami pada satu sisi.

“Jika tidak ditangani, peradangan dapat berlanjut menjadi jaringan parut yang membuat kondisi mata sulit kembali normal,” jelasnya.

TED juga erat kaitannya dengan gangguan hormon tiroid. Pada kondisi hipertiroid, penderita biasanya mengalami jantung berdebar, mudah gelisah, sulit tidur, hingga penurunan berat badan. Sementara pada hipotiroid, gejalanya dapat berupa mudah lelah, berat badan naik, dan kulit kering.

Faktor risiko lain yang memperburuk kondisi ini adalah kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif.

Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis TED, mulai dari pemeriksaan mata, tes hormon tiroid, hingga pencitraan seperti CT scan bila diperlukan.

Di layanan kesehatan RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, pasien dapat menjalani pemeriksaan mata menyeluruh sekaligus pemantauan kondisi tiroid secara berkelanjutan melalui layanan terintegrasi.

“Penanganan TED harus komprehensif, tidak hanya fokus pada mata, tetapi juga mengendalikan penyakit tiroid sebagai penyebab utamanya,” kata Sovira.

TED memiliki fase aktif yang dapat berlangsung bertahun-tahun. Bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen akibat kerusakan jaringan di sekitar mata.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan perubahan pada mata, terutama jika disertai gejala gangguan tiroid lainnya.

“Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat,” ujarnya, dikutip dari portal rumah sakit Awal Bros, Selasa, 26 Mei 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....