Batam Resmikan Proyek Energi Angin Pertama Indonesia Berkelas Dunia
- 29 Mei 2026 22:27 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan industri energi terbarukan di Indonesia kembali mencatat sejarah baru. Gedung Cakrawala dan Nusantara milik PT McDermott Indonesia resmi dioperasikan di Kota Batam, Kamis 28 Mei 2026, sebagai fasilitas pendukung proyek Tennet 2GW HVDC Project, proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia. Kehadiran proyek strategis ini sekaligus mempertegas posisi Batam sebagai salah satu pusat industri energi berkelanjutan dan fabrikasi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Peresmian kedua gedung tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas industri berteknologi tinggi yang bernilai investasi sekitar USD 240 juta atau setara Rp4 triliun.
| Baca juga: Info Cuaca Batam - Selasa, 16 Juni 2026 |
Gedung Cakrawala dilengkapi fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim modern untuk menunjang kebutuhan fabrikasi industri energi masa depan. Sementara Gedung Nusantara memiliki fasilitas blasting dan painting yang dirancang mendukung proses konstruksi industri energi lepas pantai secara efisien dan berstandar internasional. Kedua fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan proyek energi angin bekerja sama dengan negara Jerman melalui Tennet 2GW HVDC Project.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai rantai pasok industri energi berkelanjutan dunia. Menurutnya, transformasi PT McDermott Indonesia selama lebih dari lima dekade menunjukkan kemampuan Batam dalam membangun industri manufaktur maritim yang kompetitif. Dari lahan awal seluas 8 hektar pada dekade 1970-an, kini kawasan industri McDermott berkembang menjadi pusat fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektar.
| Baca juga: Info Cuaca Batam - Senin, 15 Juni 2026 |
Selain berdampak pada penguatan industri energi hijau nasional, proyek ini juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Dalam proses konstruksi, proyek tersebut menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan 100 persen insinyur muda Indonesia dalam perencanaan struktur bangunan. Kehadiran investasi besar ini juga diperkirakan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri hingga 7,04 persen pada Triwulan I tahun 2026.
Ansar Ahmad juga menegaskan bahwa capaian investasi Kepulauan Riau yang mencapai Rp64,67 triliun pada tahun 2025 tidak terlepas dari masuknya proyek-proyek strategis industri energi dan manufaktur modern seperti yang dikembangkan PT McDermott Indonesia. Dengan pertumbuhan tersebut, Kepri berhasil menempati posisi pertama pertumbuhan ekonomi regional Sumatera dan peringkat kelima secara nasional.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri energi baru dan terbarukan Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri energi dunia, Indonesia dinilai mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat investasi energi hijau yang menjanjikan. Pemerintah berharap proyek Tennet 2GW HVDC Project tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi Kota Batam dan Kepulauan Riau, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi Indonesia menuju industri ramah lingkungan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....