Gedung Pendukung Proyek Konversi Energi Angin Pertama Diresmikan di Batam
- 29 Mei 2026 06:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy meresmikan gedung Cakrawala dan Nusantara yang dikembangkan PT McDermott Indonesia pada Kamis (28/5/2026). Dua gedung ini akan mendukung Tennet 2GW HVDC Project, proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia
Gedung Cakrawala dilengkapi fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim. Sedangkan Gedung Nusantara memiliki fasilitas blasting & panting yang keduanya senilai USD 240 juta atau setara Rp4 triliun.
Proyek ini diketahui menjadi bagian dari pengembangan industri energi berkelanjutan yang bisa bersaing di tingkat global.
Menteri PPN Kepala Bappenas Rachmat Pambudy lmenyatakan sangat bangga berkesempatan meresmikan proyek konversi energi angin menjadi energi listrik ini. Sebab, PT McDermott Indonesia bisa terus mengembangkan investasinya dengan melibatkan Jerman meskipun dalam kondisi tantangan ekonomi global dan juga dinamika industri energi dunia yang terus berkembang.
"Kita semua berharap, proyek ini memberikan banyak manfaat baik dari sisi ekonomi dan investasi, yang tidak hanya dirasakan bagi Kota Batam semata, tapi juga nasional secara umum," ucap Rachmat.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dalam kesempatan ini menyatakan proyek ini juga bisa memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri fabrikasi dan energi di Indonesia.
| Baca juga: BP Batam Percepat Investasi Data Centre |
"Sekaligus akan mampu menjadi rantai pasok industri energi berkelanjutan, yang siap bersaing di tingkat dunia," terang Ansar.
Sejak merintis operasionalnya di dekade 1970-an, McDermott telah bertransformasi dari lahan awal seluas 8 hektar menjadi raksasa industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektar. Selama lebih dari 50 tahun, perusahaan ini menjadi pelopor tulang punggung industri manufaktur maritim di Asia Tenggara.
Proyek ini memberikan multiplier effect dengan penyerapan 7.000 tenaga kerja lokal dalam proses konstruksinya dan melibatkan 100% insinyur muda lokal dalam perencanaan strukturnya.
Keberadaan kedua gedung ini diperkirakan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 7,04% pada Triwulan 1-2026 secara (у-on-y). Sehingga pada akhirnya, bisa menempatkan Kepri di peringkat pertama di regional Sumatera dan peringkat ke-5 nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....