Polibatam Kembangkan Sistem Bioflok Pintar Berbasis Teknologi IoT

  • 28 Mei 2026 19:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam melalui Jurusan Teknik Elektro resmi meluncurkan Produk Unggulan Elektro berupa Sistem Monitoring dan Kontrol Bioflok pada 20 April 2026. Peluncuran ini menjadi pengembangan lanjutan dari Program BERDIKARI yang sebelumnya fokus pada teknologi monitoring kolam bioflok berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi tersebut menjadi langkah nyata kampus vokasi dalam mendukung transformasi digital di sektor akuakultur modern.

Peresmian program berlangsung meriah dan penuh antusiasme di lingkungan kampus Polibatam. Wakil Direktur II Polibatam, Arniati, secara simbolis membuka kegiatan dengan melepas bibit ikan nila ke kolam bioflok. Kegiatan itu turut dihadiri mitra industri PT Tunas Bioflok Indojaya yang diwakili Direktur Perusahaan, Sujianto. Kehadiran pihak industri menunjukkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha dalam menciptakan teknologi terapan yang relevan.

Momentum pelepasan bibit ikan nila menjadi simbol dimulainya pemanfaatan sistem bioflok sebagai sarana pembelajaran dan penelitian berbasis praktik. Kolam bioflok tersebut tidak hanya difungsikan untuk budidaya ikan, tetapi juga sebagai ruang eksperimen bagi mahasiswa dalam mengembangkan perangkat sensor, sistem kendali otomatis, dan teknologi IoT. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan teknologi di lapangan.

Dalam sambutannya, Arniati mengapresiasi kolaborasi dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang berhasil menghadirkan inovasi bernilai akademik sekaligus bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan sistem monitoring dan kontrol bioflok merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, penguatan inovasi teknologi, dan pengembangan ekonomi berbasis digital. Ia juga menilai teknologi seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan industri perikanan modern yang semakin menuntut efisiensi dan otomatisasi.

Sementara itu, Sujianto menegaskan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan industri untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif. Menurutnya, teknologi bioflok berbasis monitoring dan kontrol otomatis mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan karena kondisi kolam dapat dipantau secara real-time. Sistem tersebut mampu mengontrol kualitas air, suhu, kadar pH, hingga perangkat pendukung budidaya secara otomatis sehingga dapat mengurangi risiko kematian ikan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pengembangan teknologi bioflok ini juga sejalan dengan tren smart aquaculture yang mulai berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Sistem budidaya berbasis IoT dinilai mampu membantu pelaku usaha perikanan dalam menghemat penggunaan air, pakan, dan energi. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital pada sektor akuakultur menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing produk perikanan nasional di tengah perkembangan industri berbasis teknologi.

Melalui program ini, Polibatam terus memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, riset terapan, dan kolaborasi industri. Kolam bioflok tersebut juga akan dijadikan living lab bagi mahasiswa untuk mengembangkan hasil Project Based Learning (PBL) agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Kehadiran sistem bioflok pintar ini diharapkan menjadi model pengembangan smart aquaculture berkelanjutan di Kepulauan Riau sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) pada aspek ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....