Layanan Digital Qurban Mudahkan Umat Berbagi Hingga Pelosok Dunia

  • 28 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Umat Muslim di berbagai penjuru dunia masih menikmati pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang identik dengan ibadah qurban dan semangat berbagi kepada sesama. Momentum ini menjadi pengingat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Menjelang Idul Adha, sejumlah masjid dan lembaga sosial di Indonesia membuka layanan penerimaan hewan qurban, baik sapi maupun kambing. Selain dilakukan secara langsung, masyarakat kini semakin dimudahkan dengan hadirnya layanan digital qurban yang memungkinkan pembelian, pembayaran, hingga pendistribusian hewan qurban dilakukan secara daring.

Tidak hanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia, layanan qurban digital kini juga memiliki cakupan internasional. Melalui program-program kemanusiaan, daging qurban disalurkan ke wilayah pelosok, daerah rawan pangan, hingga negara yang mengalami krisis kemanusiaan dan bencana alam. Hal ini menjadi bentuk nyata semangat berbagi lintas wilayah dan negara pada momentum Idul Adha.

Resource Mobilization Manager Dompet Dhuafa Kepri, Muhammad Izzudin Alhafizh mengatakan program Tebar Hewan Qurban menjadi salah satu upaya pemerataan distribusi daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menargetkan penyaluran qurban hingga ke pelosok negeri dan luar negeri agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas.

"Kami di Dompet Dhuafa Kepri memiliki program yang bernama Tebar Hewan Qurban dimana distribusinya mulai dari tingkat lokal, provinsi Kepri dari Batam hingga Natuna kemudian nasional dari Aceh sampai Papua. Hampir di setiap provinsi ada distribusi qurban daerah pelosok kemudian di luar negeri mulai dari Palestina, Sudan, Myanmar dan beberapa negara lainnya. Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berqurban melalui Dompet Dhuafa Kepri yang nantinya akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan yang ada di daerah pelosok," ujar Hafizh.

Sementara itu, Area Manager Sumatera Rumah Zakat, Sulaiman menyampaikan bahwa program Superqurban menjadi inovasi dalam pengelolaan daging qurban. Daging qurban diolah menjadi produk kornet dan rendang kemasan agar lebih tahan lama serta mudah didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terdampak bencana dan kawasan minim akses pangan.

"Rumah Zakat menyediakan beberapa program diantaranya kita punya Program Superqurban. Superqurban ini mengolah daging qurban menjadi kornet sama rendang. Harapannya penyembelihan dan penyimpanan daging ini pertama sesuai syariah, kedua tentunya lebih mudah dan praktis untuk kita distribusikan dan waktunya Inshaallah lebih lama sampai satu hingga dua tahun. Harapannya program ini memberikan dampak yang luas secara program dan penerima mandaatnya lebih luas lagi," ungkap Sulaiman.

Selain mempermudah distribusi, program Superqurban juga dinilai mampu mengurangi risiko kerusakan daging dan memastikan bantuan pangan dapat disalurkan sepanjang tahun. Inovasi ini menjadi solusi efektif dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus memperluas manfaat ibadah qurban agar tidak hanya dirasakan pada hari raya saja.

Kedua lembaga tersebut masih membuka pengumpulan hewan qurban hingga 13 Dzulhijjah atau pada penutupan hari tasyrik di akhir Mei 2026. Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat solidaritas sosial, memperkuat nilai gotong royong, dan menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai penjuru dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....