Indonesia Melalui Pelindo Mulai Garap Potensi Bisnis Maritim di Selat Malaka
- 25 Mei 2026 22:39 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Indonesia memperlebar perannya dalam jalur perdagangan laut internasional di Selat Malaka, dengan melakukan Soft launching Nipah Transfer Anchorage Area atau NTAA di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau. Kawasan itu selama ini dikenal sebagai salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia yang dilalui ribuan kapal internasional setiap tahun.
Langkah strategis itu, resmi dimulai dengan beroperasinya layanan kepelabuhanan oleh PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo setelah memperoleh izin konsesi dari Kementerian Perhubungan pada 6 Mei 2026.
| Baca juga: Info Cuaca Batam - Kamis, 16 Juli 2026 |
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pengembangan NTAA bukan sekadar ekspansi bisnis pelabuhan, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan global.
Menurut Achmad, selama ini Indonesia lebih banyak menjadi negara lintasan di Selat Malaka. Padahal, posisi geografis Indonesia dinilai sangat strategis untuk menyediakan layanan maritim bernilai tambah bagi kapal-kapal internasional.
“Sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem layanan maritim internasional, tidak hanya menjadi negara lintasan, tetapi juga menjadi penyedia layanan maritim yang kompetitif,” ujar Achmad dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin 25 Mei 2026.
NTAA akan menyediakan sejumlah layanan kepelabuhanan, mulai dari alih muat antar kapal atau ship to ship transfer, pelayanan kapal, hingga floating storage. Pelindo juga berencana mengembangkan fasilitas pendukung operasional dengan standar keselamatan dan layanan internasional.
Selat Malaka sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan. Posisi itu menjadikan kawasan perairan sekitar Kepulauan Riau berkembang sebagai pusat aktivitas maritim internasional, termasuk layanan alih muat kargo antar kapal.
Pelindo berharap pengoperasian NTAA dapat meningkatkan daya saing sektor maritim nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan Kepulauan Riau. Selain itu, keberadaan layanan tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas maritim Indonesia di jalur perdagangan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....